Kunjungan ke Desa Wisata Sleman Mulai Meningkat

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Sejumlah pengunjung di salah satu desa wisata Sleman sedang menikmati momen wisata.
Sejumlah pengunjung di salah satu desa wisata Sleman sedang menikmati momen wisata. | Foto: Dokumen

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pada liburan panjang pekan lalu, destinasi-destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman, DIY, tampak mulai pulih kunjungannya. Pada libur pekan ini, giliran desa-desa wisata di Sleman yang mulai pulih kunjungan wisatawannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan, desa-desa wisata sudah mulai menerima tamu dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu terlihat dalam monitoring yang mereka lakukan kepada beberapa desa wisata yang ada di Sleman.

Selain itu, beberapa yang sebelumnya belum ada kunjungan tampak sudah kedatangan tamu kelompok-kelompok kecil. Walaupun sudah mulai beraktivitas menerima tamu, mereka tetap meminta pengelola tetap menerapkan prokes secara proporsional.

Tentu, lanjut Suparmono, dengan tetap memperhatikan daya tampung dan layanan desa wisata dan tetap mengenakan masker saat berada dalam ruangan. Suparmono mendorong masing-masing desa wisata untuk mengembangkan keunikan mereka.

"Dan ciri khasnya sendiri-sendiri dalam memberikan layanan dan atraksi kepada tamu-tamunya," kata Suparmono, Senin (30/5/2022).

Suparmono turut menanggapi perihal aduan layanan wisata di daerah Cangkringan melalui media sosial pada hari libur kemarin. Suparmono menegaskan, kasus tersebut sudah ditangani oleh aparat yang berwenang di Kapanewon Cangkringan.

"Agar efektif memberikan efek jera karena secara pembinaan sudah terus dilakukan, tapi kesalahan masih terulang kembali," ujar dia.

Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Usaha Pariwisata Dispar Sleman, Nyoman Rai Savitri menerangkan, saat libur sebelumnya baru beberapa desa wisata yang banjir pesanan. Seperti Desa Wisata Pulesari dan Desa Wisata Pentingsari.

Kemudian, Desa Wisata Garongan, Grogol, Rumah Dome, dan Desa Wisata Bromo. Tapi, pada libur pekan ini sudah mulai merata kembali, diikuti Desa Wisata Pancoh dan Lembah Sempor dengan kunjungan wisatawan mencapai sekitar 250 pengunjung.

"Dewis Kampung Satwa Moyudan, Tanjung Sleman, dan Dewis Sukunan Gamping dengan kunjungan lebih dari 150an wisatawan dan beberapa mengambil paket menginap," kata Nyoman.

Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Dispar Sleman, Muhari menambahkan, beberapa desa wisata sudah menambah atraksi. Dewis Pancoh menambah layanan tempat makan dan paket jelajah wisata menggunakan kendaraan VW safari.

"Dewis Garongan juga menambah unit layanan tempat minum kopi dan bersantai untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan," ujar Muhari.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Festival Dalang Anak dan Remaja Sleman Bergulir Lagi

Dinas Kebudayaan Sleman Gelar Festival Jathilan 2022

Mengenal Desa Ciberes, Salah Satu Desa Binaan Pemuda Peduli

Pesona Hutan Cisangkal, Potensi Wisata Nenek Moyang yang Dilestarikan

Empat Desa Wisata Sulsel Terus Berbenah

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark