Kasus TB di Yogya Turun, Keberhasilan Pengobatan di Atas 80 Persen

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Diperkirakan 98 ribu orang Indonesia tidak tertolong akibat menderita tuberkulosis per tahun, atau dengan kata lain sekitar 11 orang setiap jamnya. (ilustrasi)
Diperkirakan 98 ribu orang Indonesia tidak tertolong akibat menderita tuberkulosis per tahun, atau dengan kata lain sekitar 11 orang setiap jamnya. (ilustrasi) | Foto: www.freepik.com.

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta terus mewaspadai penyakit tuberkulosis (TB). Pasalnya, penyakit ini masih menjadi permasalahan, termasuk di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, untuk kasus TB di Kota Yogyakarta sendiri terus menunjukkan penurunan. Hal ini juga didukung dengan tingkat keberhasilan pengobatan kasus TB yang sudah di atas 80 persen.

"Saat ini sudah ada program untuk pencegahan TB, sehingga kalau mereka ada potensi TB akan kami obati," kata Emma belum lama ini.

Emma menyebut, target keberhasilan pengobatan kasus TB dari Kemenkes RI sebanyak 90 persen. Sedangkan, di Kota Yogya pada tahun 2020 keberhasilan pengobatan TB baru mencapai 79 persen dan di 2021 mencapai 87 persen.

Baca Juga

Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut. Mulai dari dibukanya layanan rujukan TB Resisten Obat (RO) di Kota Yogya, memanfaatkan kelurahan siaga atau membuat tim penanggulangan TB di tingkat masyarakat, dan meningkatkan cakupan pengobatan pencegahan TBC untuk kontak serumah dan Orang Dengan HIV (ODHIV).

Emma juga menuturkan, Indonesia berkomitmen untuk bebas dari TB pada 2050 dan melakukan percepatan eliminasi di 2030. Namun, upaya mempercepat eliminasi TB masih mengalami sejumlah tantangan.

Pada tahun 2021, perkiraan kasus baru TB yakni 1.352 kasus. Namun, lanjut Emma, penemuan kasus TB yang dilaporkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) hanya 879 kasus.

Hal ini menyebabkan pencapaian penemuan kasus TB baru hanya terhitung 65 persen. Kasus yang belum ditemukan ini, kata Emma, berpotensi menjadi sumber penularan di sekitar lingkungan Kota Yogyakarta.

“Indonesia berkomitmen untuk menurunkan residen kasus TB menjadi 65 kasus per seratus ribu penduduk pada tahun 2030. Upaya dalam menanggulangi kasus TB di Kota Yogya pada tahun 2020-2024 diharapkan mampu mempercepat mencapai eliminasi pada tahun 2030 serta mengakhiri TB di tahun 2050,” ujar Emma.

Untuk itu, pihaknya pun mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mempercepat eliminasi TB ini. Sejumlah strategi yang dilakukan untuk percepatan eliminasi TB ini diantaranya dengan penguatan komitmen pemimpin, pemerintah pusat, profesi, kabupaten atau kota.

Selain itu, kata Emma, juga meningkatkan akses layanan kesehatan yang bermutu dan berpihak pada pasien. Termasuk melakukan pengendalian faktor risiko dan meningkatkan kemitraan melalui forum koordinasi TB.

"Dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan TB, serta penguatan manajemen program melalui penguatan sistem kesehatan," jelas Emma.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Ahli: Covid-19 Bikin Virus Lain Berlaku Aneh, Membahayakan Anak

FKUI: Selain Covid-19, Penyakit-Penyakit Ini Juga Harus Diwaspadai Masyarakat

Cat Stevens Ungkap Kembali Dua Kejadian yang Membuatnya Memeluk Islam

Peran Aktif Lembaga Filantropi Tangani Tuberkulosis 

Banyuwangi Gencarkan Skrining Warga Rentan Terkena Tuberkulosis

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark