Gegara Seragam Baru Peserta Didik ini Sempat Minder Bersekolah

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin

Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi saat mendatangi SDN Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (18/8).
Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi saat mendatangi SDN Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Kamis (18/8). | Foto: dok. istimewa

REPUBLIKA.CO.ID,SALATIGA -- Ingar- bingar dan semarak menyambut perayaan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-77, masih ada salah seorang murid SDN Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga yang masygul.

Suasana hati itu bahkan sampai membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan mengalami kendala psikologis, hingga hampir sepekan enggan masuk sekolah.

Belakangan terungkap pangkal persoalannya karena G, murid tersebut belum dapat memakai seragam baru seperti halnya teman- teman dan murid lainnya di sekolah ini.

Persoalan yang dihadapi oleh murid SDN Sidorejo Lor inipun akhirnya sampai ke telingan Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi.

Baca Juga

Ia pun langsung turun tangan untuk menyelesaikan problem pendidikan yang sebelumnya dihadapi oleh salah satu warga Sidorejo Lor tersebut.

Menurutnya, salah satu murid SDN Sidorejo Lor ini sempat mengalami kendala psikologis dan menjadi tidak nyaman di sekolah, karena jamak mendapat komentar dari orangtua murid yang lain.

“Ada anak di sekolah itu yang belum bisa memakai seragam baru, tetapi ini murni karena problem ekonomi yang sedang dihadapi oleh keluarga,” tegasnya di Salatiga, Kamis (18/8/2022).

Sinoeng mengaku sudah bertemu langsung dengan orang tua maupun murid yang bersangkutan. Dari pertemauan ini terungkap ibunya hanya seorang buruh cuci dengan penghasilan Rp 200.000 per pecan.

Sementara ayahnya –yang sehari- hari hanya berkerja serabutan-- sedang tidak dapat bekerja karena berada di Kabupaten Kendal untuk merawat orang tuanya yang sedang sakit.

Di SDN Sidorejo Lor, masih kata Sinoeng, tidak ada pungutan apapun yang dibebankan peserta didik –termasuk-- untuk pembelian seragam baru.

Orangtua peserta didik --secara kolektif-- membeli seragam untuk putra- putri mereka. “Rupanya seragam untuk G ini sudah ada dan belum diambil,” jelasnya.

Berdasarkan penuturan pihak sekolah, jelasnya, guru sudah berupaya mendatangi rumah murid tersebut untuk memberitahu, namun tidak bertemu dengan orangtuanya.

Menurut Sinoeng, hari ini ia telah mendatangi sekolah yang bersangkutan dan permasalah di SDN Sidorejo Lor ini sudah dapat diselesaikan dengan baik dan murid yang bersangkutan juga sudah masuk sekolah.

“Semuanya hanya persoalan komunikasi, anak tersebut --hari ini-- juga sudah sekolah dan ceria kembali bersama dengan teman- temannya di sekolah,” lanjutnya.

Kepada para orangtua, Sinoeng juga meminta agar saling memahami karena kondisi ekonomi dan psikologi setiap keluarga berbeda. “Sehingga permasalahan seperti ini tidak terjadi kembali,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Nunuk Dartini menambahkan, terkait munculnya persoalan seragam di SDN Sidorejo Lor ini telah menurunkan tim yang melakukan investigasi.

Namun persoalan ini telah dapat diselesaikan dengan melibatkan masing- masing pihak. “Ada unsur miskomunikasi, karena dari sekolah sudah berupaya mencari orangtua tetapi tidak bertemu, jadi pesan tidak tersampaikan dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah Berangsur Normal

6 Tips Membuat Model Seragam Kerja Kantoran

Penjualan Seragam Jelang PTM Terbatas Meningkat

Menunggu Keadilan pada Sanksi Kasus Jilbab NonMuslim

Rumah Zakat Fasilitasi Belajar Bersama Siswa SD

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark