Disdik Solo Tepis Dugaan Kekerasan di SDN Karangasem 04

Rep: C02/ Red: Muhammad Fakhruddin

Disdik Solo Tepis Dugaan Kekerasan di SDN Karangasem 04 (ilustrasi).
Disdik Solo Tepis Dugaan Kekerasan di SDN Karangasem 04 (ilustrasi). | Foto: Foto : MgRol_93

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Dinas Pendidikan (Disdik) bantah bahwa ada dugaan kekerasan di SDN Karangasem 04 yang menyebabkan alat vital seorang siswa hingga keluar darah dan pihak sekolah yang meminta sang korban untuk keluar.

Pihak Disdik menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya bulan Agustus 2022 lalu. Bahkan sekarang kedua siswa yang diduga terlibat kekerasan sudah berdamai dan bersekolah seperti biasa. 

"Jadi kejadiannya bukan berantem. Mereka juga sudah berteman sejak TK dan bersaing nilai karena sama-sama berprestasi dan pintar," kata kepala Disdik Dian Rineta, Kamis (22/09/2022).

Menurut Dian ada kesalahpahaman antar kedua siswa yang masih duduk dibangku kelas 4 SD itu. Pasalnya, siswa-yang menendang-dengan inisial S tersebut mengira siswa berinisial N-yang ditendang-mengejeknya. 

Baca Juga

"Nah waktu itu yang menendang (S) ini lagi didatangi ibu-ibu atau siapa. Dimarahi atau gimana (saya tidak tahu persisnya) tidak tahu. Kemudian yang tertendang ini melihat dikira yang nendang mengejek. Karena yang menendang badannya tinggi maka otomatis tendangannya terkena bagian bawah (kena alat vital) jadi ga berantem (spontan)," terangnya. 

Menurutnya, setelah aksi menendang tersebut pihak guru tidak ada yang mengetahui. Pasalnya, tidak ada laporan masuk mengenai kejadian tersebut.

"Suatu waktu si (N) cerita ke temannya kalau dia kencing berdarah. Nah, teman-temannya yang lapor ke sekolah. Setelah itu kepala sekolah menghubungi orang tua, tapi mereka sudah memeriksakan ke bidan yang masih saudara yang tertendang, jadi tidak ada visum," tandasnya.

Setelah dibawa ke bidan kedua orang tua siswa dipanggil pihak sekolah dan dipertemukan. Siswi dan orang tua yang memandang pun sudah menyampaikan permintaan maaf. 

Namun orang tua siswa yang tertendang menginginkan siswi penendang dikeluarkan dari sekolah. Menurutnya pihak orang tua pun sempat bercerita kepada teman-temannya.

"Sekolah kembali memanggil dan kepala sekolah menjanjikan kejadian ini tidak akan terulang lagi. Sekolah akan meningkatkan piket-piket guru mendekati anak-anak kalau pas jam istirahat sekolah," kata Dian. 

Mengingat bahwa siswa masih duduk di kelas 4 SD mereka tidak boleh dikeluarkan. Pasalnya mempertimbangkan faktor psikologisnya dengan rerata usia 10 tahun. 

"Kasihan mereka itu masih kecil, secara psikologis nantinya bagaimana. Jadi saya minta tolong dihimbau siapa yang melaporkan bisa berkomunikasi dengan dinas pendidikan. Mereka sekarang itu tidak dikeluarkan. Kemarin tanggal 20 September saja outing class sudah duduk berjejer bersamaan," terangnya.

Sebelumnya, ada warga yang mengeluhkan perihal hal tersebut di unit layanan aduan surakarta (ULAS) Rabu, (21/09/2022) kemarin. Mereka mengatakan bahwa ada seorang siswa yang kencing darah akibat ditendang di bagian kemaluannya dan korban diminta pindah sekolah.

"Anak bermain/berantem... salah satu jadi korban sehingga kencing bercampur darah.. terus divisum akan tetapi orang tua minta pendapat ke sekolah bukan keadilan atau kedamaian yang diterima. Malah dibuatkan surat pindah (korban dibuatkan surat pindah)," katanya di ULAS. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Cabang Disdik Wilayah II Jabar Batalkan Penghentian Sementara PTMT Kota Depok

Disdik Depok: Ciptakan Konsep PJJ yang Nyaman Bagi Siswa

Dana BOS Diusulkan Naik

Disdik akan Minta Klarifikasi SDN Bunder 2

KPK Kantongi Nama Pejabat Disdik Pelaku Pungli

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark