Ribuan Suporter Gelar Doa dan Shalat Ghaib di Yogyakarta

Rep: My43/ Red: Fernan Rahadi

Gabungan suporter berdoa bersama  untuk korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). Acara shalat ghaib dan doa bersama untuk korban jiwa Aremania dihadiri oleh tiga suporter besar PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo. Kesempatan ini merupakan kali pertama tiga suporter bertemu pada kesempatan yang sama. Sekaligus menjadi titik temu perdamaian antarsuporter PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo yang selama ini memiliki rivalitas.
Gabungan suporter berdoa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022). Acara shalat ghaib dan doa bersama untuk korban jiwa Aremania dihadiri oleh tiga suporter besar PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo. Kesempatan ini merupakan kali pertama tiga suporter bertemu pada kesempatan yang sama. Sekaligus menjadi titik temu perdamaian antarsuporter PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, dan Persis Solo yang selama ini memiliki rivalitas. | Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --- Kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang memakan banyak korban, membuat duka mendalam bagi para suporter sepak bola. Tragedi tersebut juga menjadi momentum bersejarah, dan diharapkan hanya terjadi satu kali untuk selamanya. 

"Tidak ada hal yang lebih istimewa selain doa dan harapan," ujar Ketua Mataram Independen, Budi, dalam acara Sholat Ghaib dan Doa Bersama di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (4/9/2022) malam.

Budi menjelaskan, doa dan harapan tersebut merupakan salah satu cara untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia. Doa tersebut juga menjadi harapan agar sepak bola di Indonesia dapat lebih baik dari sebelumnya.

"Biasanya kita hanya menyaksikan momentum bersejarah, namun kali ini kita membuat sejarah," ujar Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin.

Ia mengatakan, dengan berkumpulnya para suporter bola dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Sleman, dan Solo, diharapkan dapat mempersatukan kembali rasa persaudaraan antar suporter. Selain itu, diadakannya doa bersama ini juga perwujudan rasa empati dan simpati antar suporter. 

Kejadian tersebut juga sebagai pengingat bagi kepolisian agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya serta menjadi sebuah refleksi dan introspeksi, baik bagi jajaran polri maupun suporter. 

Perwakilan suporter Arema yang turut hadir juga mengatakan momen ini akan membuat suporter dapat lebih dewasa dan lebih baik lagi. Ia juga menambahkan dengan adanya dirinya sebagai perwakilan, hanya menginginkan keadilan bagi teman dan saudara suporter di Malang. 

"Kalah itu wajar, tapi kalah nyawa melayang itu tidak wajar," ucapnya.

Menurutnya, sepak bola menjadi salah satu sarana untuk hiburan, bukan malah menjadi pembantaian. Hal itu memunculkan adanya keinginan untuk menegakkan keadilan bagi suporter Malang.

Rangkaian doa dimulai dengan sholat isya bersama yang kemudian dilanjutkan sholat ghaib. Setelah itu, doa bersama disertai dengan penyalaan lilin dan flashlight HP dilakukan untuk mendoakan para suporter yang menjadi korban kejadian Kanjuruhan. 

Para suporter yang datang tampak kompak dengan penyambutan setiap tim suporter yang baru datang. Acara berlangsung dengan lancar tanpa adanya kericuhan. 

Hal tersebut yang membuat terciptanya rasa untuk saling mendoakan dan bersatu atas duka yang terjadi. Sehingga acara yang didatangi oleh ribuan suporter tetap dapat berjalan dengan hikmat.

 

Terkait


Data Terbaru Polri, Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan 131 Orang

Aremania Desak Irjen Nico Afinta Dicopot, Polri tak Mau Berandai-andai

Fan Bayern Muenchen: Lebih 100 Orang Dibunuh Polisi di Kanjuruhan

Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, Pele: Kekerasan tak Punya Tempat dalam Olahraga

Beckham Putra Sampaikan Duka Mendalam untuk Tragedi Kanjuruhan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark