Pemkab Banyuwangi Luncurkan Program Teman Usaha Rakyat

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Erik Purnama Putra

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. | Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan program Teman Usaha Rakyat, Rabu (24/3). Program tersebut ditunjukkan sebagai cara mempercepat pemulihan ekonomi dan menaikkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Teman Usaha Rakyat merupakan program yang di dalamnya terdapat tim khusus. Tim tersebut mendapatkan tugas khusus untuk mendampingi peningkatan kelas pelaku UMKM.

Jika dalam pengembangan desa ada pendamping desa, sambung dia, di Program Keluarga Harapan (PKH) ada pendamping PKH. Sehingga untuk pendampingan UMKM di Banyuwangi memiliki Teman Usaha Rakyat.

Berdasarkan riset Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi, sekitar 70 persen usaha di Banyuwangi mengalami penurunan kinerja selama pandemi Covid-19. Melihat situasi itu, kata dia, Pemkab Banyuwangi membentuk Teman Usaha Rakyat.

Tim itu bertugas mendampingi UMKM untuk peningkatan mutu produk, inovasi pemasaran, mendorong UMKM agar go digital, dan sebagainya.  "Ujungnya tentu peningkatan penjualan, sehingga ekonomi bisa pulih. Ini jadi salah satu bagian dari upaya Banyuwangi rebound," ucap Ipuk

Pada tahap awal, Ipuk menambahkan, Teman Usaha Rakyat berisi 30 anggota. Dalam dua hari terakhir, mereka mengikuti pelatihan pelatihan (workshop) untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai seluk-beluk peningkatan UMKM. Modulnya telah disusun bersama dan isinya sangat teknis.

Adapun sejumlah materi yang diberikan kepada tim Teman Usaha Rakyat, antara lain business model canvas dan landing page. Kemudian materi tentang google business, copywriting, dan strategi marketplace. Tim Teman Usaha Rakyat juga mendapatkan pengetahuan terkait desain dan manajemen media sosial.

Seusai pelatihan, tim Teman Usaha Rakyat bergerak mendampingi UMKM untuk menaikkan levelnya. Sasaran UMKM dan target waktu telah ditetapkan. Satu personel Teman Usaha Rakyat setidaknya akan mendampingi lima sampai 10 UMKM untuk dibantu dari berbagai sisi.

"Misalnya, digitalisasi, pengurusan izin, sertifikasi seperti PIRT, dan sebagainya. Juga hal-hal teknis seperti bagaimana sih nulis narasi yang menarik, strategi marketplace, dan desain sederhana," ujar Ipuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, menjelaskan, upaya memulihkan ekonomi usaha rakyat di Banyuwangi dilakukan dari berbagai sisi. Dari sisi penjenamaan (branding), dinas memfasilitasi foto dan video promosi gratis.

Pada sisi kapasitas terdapat mentoring, sertifikasi, inkubasi UMKM, bantuan alat usaha, bedah warung, dan jembatan ke akses modal murah. "Lalu untuk meningkatkan penjualan, ada festival yang mulai digelar dan nanti kita luncurkan juga Hari Belanja ke Pasar Rakyat," kata Nanin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Banyuwangi Gelar Educamp Ijen Geopark Festival  

Banyuwangi Percepat Pemberian Sertifikat Izin PIRT

Pengumuman, Pemkab Banyuwangi Buka Rekrutmen THL

Tak Ada Internet, Sekolah di Banyuwangi Manfaatkan Radio

Banyuwangi Mulai Laksanakan Program Warung Naik Kelas

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark