Senin 29 Mar 2021 12:42 WIB

Kementerian PUPR Kebut Pembangunan Rusun ASN di Yogyakarta

Rusun ASN BBWS Serayu Opak dibangun di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman

Proyek rumah susun sederhana sewa/rusunawa (ilustrasi)
Proyek rumah susun sederhana sewa/rusunawa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengebut rencana pembangunan rumah susun (Rusun) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di DI Yogyakarta, salah satunya Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di Kabupaten Sleman.

"Kami akan terus memantau progres pembangunan Rusun ASN BBWS Serayu Opak di Yogyakarta. Kami harap pembangunan hunian vertikal ini bisa dilaksanakan dengan baik sesuai dengan rencana," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan, M. Hidayat.

Menurut dia, kemajuan proses konstruksi di lapangan telah mencapai 10,56 persen karena baru mulai kontruksi dan ditargetkan akhir tahun 2021 ini sudah bisa selesai.Hidayat juga mengapresiasi kinerja positif dari penyedia jasa dalam proses pembangunan hunian vertikal tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan meminta kepada pihak kontraktor pelaksana dan para pekerja di lokasi proyek untuk selalu memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) baik pada saat pembangunan.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Perumahan, pembangunan hunian vertikal tersebut dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rusun ASN BBWS Serayu Opak dibangun di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

"Rusun ASN BBWS Serayu Opak dibangun satu tower setinggi enam lantai dan terdiri dari 68 unit hunian tipe 45," katanya.

Ia juga mengemukakan, anggaran untuk pembangunan Rusun tersebut adalah sebesar Rp 51,8 miliar. Selain memantau proses pembangunan Rusun ASN, Hidayat juga telah melakukan kunjungan ke Rusun Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak di Desa Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Hidayat mengingatkan pihak Ponpes untuk menjaga hunian vertikal tersebut agar dapat dihuni oleh para santri. Ditjen Perumahan juga meminta pondok pesantren untuk segera melaksanakan penghunian sementara hingga proses serah terima aset Barang Milik Negara (BMN) selesai.

"Rusun Ponpes Ali Maksum Krapyak ini dibangun tipe 24 barak panjang sebanyak delapan unit. Kami harap para santri bisa tinggal dengan nyaman saat menuntut ilmu di sini," harapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement