Baznas Yogya Berdayakan Warga Bantaran Sungai Gajah Wong

Red: Yusuf Assidiq

Anak-anak bermain di bungalow di jalur pedestrian pascarevitalisasi di tepi Sungai Gajahwong, Mujamuju, Yogyakarta.
Anak-anak bermain di bungalow di jalur pedestrian pascarevitalisasi di tepi Sungai Gajahwong, Mujamuju, Yogyakarta. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta memastikan program pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan akan tetap digulirkan pada tahun ini. Namun dengan sasaran baru yaitu warga di bantaran Sungai Gajah Wong.

Sebelumnya, program tersebut telah dijalankan untuk warga Mrican Giwangan Yogyakarta melalui program Kampung Taqwa. Kemudian, di Kampung Sudagaran yang berada di bantaran Sungai Winongo dengan program Kampung Sudagaran Sejahtera.

"Tahun ini, ada lokasi baru untuk pemberdayaan yaitu warga di bantaran Sungai Gajah Wong. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan juga akademisi," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari, di Yogyakarta.

Selain itu, Baznas Kota Yogyakarta juga tetap akan melakukan pendampingan kepada warga di Kampung Sudagaran karena program pemberdayaan di kampung tersebut berjalan tiga tahun. Warga Sudagaran yang sebelumnya beternak babi telah alih profesi dengan membuka toko kelontong hingga memelihara sapi.

Adapun program pemberdayaan untuk warga di bantaran Sungai Gajah Wong akan dilakukan melalui program Kampung Jawa, yaitu pemberdayaan melalui penataan lingkungan, arsitektur, hingga peningkatan nilai dan norma kehidupan di masyarakat.

Warga yang menjadi sasaran adalah warga yang sebagian besar bekerja di jalanan sehingga tidak memiliki kejelasan status tempat tinggal dan identitas. Program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan Baznas Kota Yogyakarta bahkan menjadi percontohan untuk program Zakat Community Development.

Berbagai program yang dijalankan oleh Baznas Kota Yogyakarta merupakan bagian dari pentasyarufan zakat, infak, dan sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) Total zakat, infak, sedekah, dan DSKL yang dapat dihimpun Baznas Kota Yogyakarta pada 2020 mencapai Rp 5,45 miliar atau mengalami penurunan dibanding 2019 sebesar Rp 5,9 miliar.

Meski demikian, Basznas Kota Yogyakarta justru meningkatkan target penerimaan zakat, infak, sedekah, dan DSKL pada 2021 menjadi Rp 7,9 miliar. Sehingga berbagai program yang sudah direncanakan bisa dilakukan secara optimal.

“Pada 2020, kami juga membantu penanganan Covid-19 dengan nilai total Rp1,9 miliar,” katanya. Sejumlah program yang direncanakan Baznas Kota Yogyakarta di antaranya, Jogja Taqwa, Jogja Peduli, Jogja Cerdas, Jogja Sejahtera, dan Jogja Sehat.

 

sumber : Antara.
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Program Rumah Literasi Kian Diminati Anak

BMH Tebar 10 Ribu Bibit Ikan di Tambak Pemberdayaan

Panti Yatim Realisasikan Program Bedah Warung untuk Dhuafa

BMH dan Bazis BPD DIY Salurkan Bantuan Ternak di Gunungkidul

Sleman Adakan Lagi Festival UMKM Sembada

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark