Jumat 09 Apr 2021 22:43 WIB

50 Sekolah di Kediri Dapat Program Beasiswa #TerusBelajar

Pendampingan sangat diperlukan agar sekolah bisa mandiri dan siap.

50 Sekolah di Kediri Dapat Program Beasiswa #TerusBelajar (ilustrasi)
50 Sekolah di Kediri Dapat Program Beasiswa #TerusBelajar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,KEDIRI -- Sebanyak 50 sekolah di Kota Kediri, Jawa Timur, mendapatkan program beasiswa #TerusBelajar, yang diinisiasi Yayasan Lari NusantaRun dan Yayasan Guru Belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mewujudkan sekolah merdeka belajar yang inklusif.

Koordinator Sekolah Merdeka Belajar Tosi Widhya Prastiwi mengemukakan program itu akan dilaksanakan sekitar empat bulan ke-50 sekolah tersebut. "Program ini akan dilaksanakan sekitar empat bulan ke depan dengan dua kurikulum yang akan diberikan kepada guru dan kepala sekolah, yaitu kurikulum kelas merdeka belajar dan sekolah merdeka belajar," kata Tosi di Kediri, Jumat (9/4).

Konsultan Muda Sekolah Merdeka Belajar Devy Mariyatul Ystykomah menambahkan semua sekolah termasuk setingkat SD berhak mengikuti seleksi beasiswa #TerusBelajar terlebih dahulu di awal. Dari tahapan seleksi tersebut nantinya akan ada 50 sekolah yang didampingi dalam program tersebut.

Ia menegaskan, program #TerusBelajar ini merupakan program beasiswa yang diinisiasi oleh Yayasan Lari NusantaRun dan Yayasan Guru Belajar untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah demi mewujudkan sekolah merdeka belajar yang inklusif.

"Tujuan utama program ini adalah untuk anak-anak, inginnya semua anak, dari yang berkebutuhan khusus dan yang tidak akan mendapatkan pendidikan yang merdeka belajar oleh guru dan kepala sekolah penggerak lulusan program ini," kata Devy.

Program #TerusBelajar ini merupakan program tahun ke-8 Yayasan Lari NusantaRun. Setiap tahun NusantaRun mengajak para pelari untuk berlari dan melakukan penggalangan dana.

Di tahun ke-8, yayasan ini mendapat donasi sebesar kurang lebih Rp660 juta yang digunakan oleh Yayasan Guru Belajar untuk melaksanakan program di Kota Kediri. Selain memberikan beasiswa kepada guru dan kepala sekolah, program #TerusBelajar juga akan ada beberapa sesi untuk murid serta orang tua.

Bagi sekolah yang mendapat beasiswa, selain pendampingan langsung, pihak sekolah juga akan menerima papan permainan. "Harapannya akan ada 50 sekolah di Kota Kediri yang menjadi sekolah penggerak, sekolah yang mampu menggerakkan praktik baik pembelajaran dan kepemimpinan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qoyyim mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. Program ini tentunya bisa sebagai dukungan mendampingi kepala sekolah dan guru dalam masalah pendidikan.

Di Kediri, diwacanakan pada tahun pelajaran baru, Juli 2021 akan ada tatap muka. Namun, dimungkinkan tidak bisa penuh karena pandemi COVID-19 masih belum diketahui kapan berakhirnya, sehingga pendidikan secara daring pun tetap dilaksanakan.

"Kami berharap agar bisa mendampingi kepala sekolah dan guru di Kediri untuk mengatasi permasalahn baik itu yang tatap muka dan daring, termasuk RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran)," kata dia.

Ia menambahkan sejak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan program merdeka belajar, segala pembelajaran di sekolah diserahkan ke sekolah. Hal ini beda dengan dahulu. Misalnya saat ujian semester dikendalikan dinas pendidikan, apalagi soal kelulusan.

Untuk itu, pendampingan sangat diperlukan agar sekolah bisa mandiri dan siap. Di Kediri, program ini diluncurkan secara virtual. Acara juga diikuti pejabat Dinas Pendidikan Kota Kediri serta para guru dan kepala SD di Kota Kediri.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement