Kegiatan Ramadhan di Bantul Disesuaikan Zona Kasus Covid-19

Red: Muhammad Fakhruddin

Kegiatan Ramadhan di Bantul Disesuaikan Zona Kasus Covid-19 (ilustrasi).
Kegiatan Ramadhan di Bantul Disesuaikan Zona Kasus Covid-19 (ilustrasi). | Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa pelaksanaan berbagai kegiatan di bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah di daerah setempat harus disesuaikan dengan zona resiko kasus COVID-19 yang ditentukan di masing-masing wilayah itu.

"Untuk RT dengan zona hijau dan kuning dapat melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan secara terbatas untuk jamaah di lingkungan masing-masing dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," kata Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis dalam keterangan resmi di Bantul, Sabtu (10/4).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Bantul Nomor 451 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H atau Tahun 2021 pada masa pandemi COVID-19 yang telah diterbitkan dan ditandatangani pada 6 April 2021. Di wilayah RT zona hijau atau tidak terdapat kasus COVID-19, dan zona kuning yang ada kasus satu - dua rumah dapat melaksanakan buka puasa bersama dan sahur bersama, maupun pengajian secara terbatas khusus untuk jamaah lingkungan masjid atau mushala sekitarnya.

Kemudian untuk Sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid, lapangan, atau ruang terbuka yang diperuntukkan bagi jamaah di lingkungan pedukuhan atau RT masing-masing, dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sedangkan wilayah RT zona orange yaitu terdapat kasus COVID-19 tiga sampai lima rumah, dan RT zona merah yang terdapat kasus lebih dari lima dapat melaksanakan kegiatan Ramadhan secara terbatas untuk jamaah di lingkungan masing-masing maksimal 50 persen dari kapasitas masjid/mushola, dan mematuhi protokol kesehatan ketat.

"Tidak dianjurkan melakukan acara berbuka puasa bersama atau sahur bersama, dan agar dilaksanakan bersama keluarga inti di rumah. Sedangkan untuk pengajian dan sejenisnya dengan jumlah peserta banyak dan menghadirkan penceramah dari luar agar ditiadakan," bunyi edaran tersebut.

Tetapi untuk kegiatan Sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid, lapangan, atau ruang terbuka yang diperuntukkan bagi jamaah di lingkungan pedukuhan atau RT masing-masing, dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang dinanti umat islam, namun berbagai kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan harus berpegang pada protokol kesehatan demi menjaga keselamatan bersama.

"Agama juga mewajibkan kita untuk menjaga keselamatan jiwa dan raga dari ancaman yang nyata. Semua ulama sepakat bahwa pandemi ini merupakan ancaman yang nyata bagi kita semua, karena itu ibadah selama ramadhan harus dengan mentaati protokol kesehatan dalam rangka memenuhi kewajiban agama," katanya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Ramadhan Jadi Momentum Cegah Penularan Covid-19

Ini yang akan Dilakukan Polda Metro Cegah Sahur On The Road

Pemkot Depok Larang Kegiatan Buka Puasa Bersama

Pemkab Gorontalo Utara Izinkan Sholat Tarawih di Masjid

Saudi akan Amati Penentu Awal Ramadhan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark