Senin 12 Apr 2021 22:44 WIB

Mojokerto Prioritaskan Vaksinasi Lansia Selama Ramadhan

Stok vaksin Covid-19 yang tersedia pada April ini terbatas.

Mojokerto Prioritaskan Vaksinasi Lansia Selama Ramadhan (ilustrasi).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Mojokerto Prioritaskan Vaksinasi Lansia Selama Ramadhan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MOJOKERTO -- Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur memprioritaskan vaksinasi COVID-19 terhadap kelompok lanjut usia (lansia) selama bulan Ramadhan tahun ini. Keputusan itu merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 yang menyatakan vaksinasi COVID-19 boleh dilakukan bagi umat Islam yang sedang berpuasa karena vaksinasi tidak membatalkan puasa.

"Serta SE Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/801/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi bagi umat Islam di bulan Ramadhan," kata PIC komunikasi publik vaksinasi COVID-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, di Mojokerto, Senin (12/4).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto telah menerima vaksin Sinovac tahap 2 termin ketiga sebanyak 830 vial. "Vaksin yang dijadwalkan akan mulai didistribusikan hari Selasa (13/4) tersebut diprioritaskan bagi kelompok lansia," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan selama Bulan Puasa vaksinasi bisa berjalan, karena MUItelah merekomendasikan agar pemerintah tetap dapat melakukan vaksinasi di bulan Ramadhan.

"Demi mencegah penularan COVID-19 dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa. Pelaksanaannya merujuk SE Kementerian Kesehatan tentang pelaksanaan vaksinasi bagi umat Islam di bulan Ramadhan menyangkut percepatan vaksinasi COVID-19 saat sedang berpuasa, sosialisasi dan tindakan korektif yang diperlukan dalam rangka meningkatkan optimalisasi pelaksanaan vaksinasi," ucapnya.

Ia mengatakan vaksin Sinovac tahap 2 termin ketiga sebanyak 830 vial diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur belum lama ini. "Vaksin Sinovac sebanyak 830 vial atau 8.300 dosis. Dengan dua dosis vaksin per sasaran, vaksin tahap dua termin ketiga dapat disitribusikan untuk 4.150 sasaran," kata dia.

Oleh karena stok vaksin COVID-19 yang tersedia pada April ini terbatas, kata dia, sesuai arahan Kementerian Kesehatan, vaksinasi diprioritaskan bagi lansia, lantaran kelompok ini memiliki risiko terbesar terpapar COVID-19.

"Mengingat keterbatasan suplai vaksin, prioritas vaksinasi diberikan kepada kelompok yang risiko fatalitasnya paling tinggi, yaitu lansia. Hal ini penting untuk menekan angka hospitalisasi dan mencegah kematian," katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement