Mantan KKM Keberatan KRI Nanggala-402 Disebut tak Terawat

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi

KRI Suharso melakukan persiapan untuk operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali pada hari Rabu di Banyuwangi, provinsi Jawa Timur, Indonesia pada 22 April 2021.
KRI Suharso melakukan persiapan untuk operasi pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali pada hari Rabu di Banyuwangi, provinsi Jawa Timur, Indonesia pada 22 April 2021. | Foto: Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Mantan Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal selam KRI Nanggala-402 Laksamana TNI (purn) Frans Wuwung mengaku jengkel atas beredarnya dugaan penyebab hilangnya KRI Nanggala-402 di Perairan Bali, karena usianya yang sudah tua. Begitu pun terkait dugaan kurangnya perawatan yang menjadi penyebab hilangnya kapal selam tersebut, turut membuat Frans merasa sakit hati.

"Ada pernyataan kemungkinan karena kapal ini sudah tua, terus pemeliharaannya mungkin kurang. Itu yang saya jengkel, sakit hati," kata Frans melalui sambungan telponnya, Jumat (23/4).

Frans menegaskan, sebelum kapal selam berlayar, harus terlebih dahulu dipastikan kesiapan secara teknis maupun anak buah yang mengoperasikan. Artinya, kata dia, ketika ada kerusakan di bagian mesin kapal, sudah pasti tidak akan dioperasikan. Karena itu terlalu berisiko.

Frans menjelaskan, terkait pengoperasian kapal selam TNI AL, ada empat jenjang latihan yang harus dilalui. Mulai pengecekkan peralatan dan anak buah kapal, hingga jenjang keempat, yakni latihan penembakan torpedo.

"Kalau sudah masuk L4 (tahapan keempat atau penembakan torpedo), apa lagi sudah berlayar ke sana, itu sudah melewati L1, L2 sampai L3. Artinya perawatan di kapal semua perfect dan anak buah siap mengawal peralatannya," ujar Frans.

Frans menjelaskan, dirinya menjabat kepala Kamar Mesin KRI Nanggala-402 sekitar tahun 1984. Frans juga mengaku pernah diutus ke Jerman untuk mempelajari langsung kapal selam tersebut dari produsen. Maka ia tidak ragu menyebut, dirinya cukup memahami soal kapal selam karena pernah belajar langsung ke Jerman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


PBNU Ajak Umat Doakan Awak Kapal KRI Naggala

TNI Kerahkan 21 KRI untuk Mencari KRI Nanggala-402

KN SAR Arjuna 229 Siaga di Banyuwangi Cari KRI Nanggala

BREAKING NEWS: KRI Rimau Temukan Satu Titik Magnet Kuat

Keluarga Awak KRI Nanggala 402 di Tegal dan Banyuwangi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark