Senin 03 May 2021 16:19 WIB

Ganjar Minta Kepala Daerah Perketat Pengawasan di Pasar

Menjelang prepegan pasar tradisional selalu ramai pengunjung untuk berbelanja.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ganjar Minta Kepala Daerah Perketat Pengawasan di Pasar (ilustrasi).
Foto: ANIS EFIZUDIN/ANTARA
Ganjar Minta Kepala Daerah Perketat Pengawasan di Pasar (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada bupati/ wali kota di daerahnya untuk mewaspadai pusat- pusat aktivitas warga yang berpotensi terhdadap terjadinya kerumunan orang, menjelang hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Pengawasan pusatbaktivitas masyarakat tersebut penting guna mengantisipasi munculnya klaster baru penyebaran Covid-19. Sejumlah lokasi aktivitas warga yang penting mendapatkan perhatian --antara lain—pasar- pasar tradisional, pasar kaget hingga mal dan super market.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, menjelang prepegan (sehari menjelang hari raya Idul Fitri) pasar- pasar tradisional selalu ramai pengunjung untuk berbelanja berbagai kebutuhan untuk berlebaran.

Maka kepada bupati/ wali kota untuk menyiapkan petugas pengawas protokol kesehatan di lingkungan pasar tradisional. Pun demikian juga pasar kaget yang memungkinkan pedagang dari mana- mana datang untuk mremo mengais rezeki.

Demikian halnya untuk mal- mal juga perlu mengantisipasi dan meningoptimalkan petugas pengawasan guna memastikan protokol kesehatan dan SOP pencegahan bisa berjalan dengan ketat.

“Semua harus dijaga betul, jangan sampai longgar yang risikonya semakin besar,” jelasnya, usai mengikuti Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 bersama Mendagri di Ruang Rapat Gedung A, Setda Provinsi Jawa Tengah, di Semarang, Senin (3/5).

Selain itu, masih jelas gubernur, hotel- hotel dan tempat- tempat yang berpotensi terhadap terjadinya kerumunan orang seperti lokasi wisata juga diminta untuk mengecek dan memastikan pendukung protocol kesehatannya.

Kalau kemudian tempat- tempat tujuan wisata tersebut tidak bisa mengendalikan pengunjung dan memicu pelanggaran disiplin protocol kesehatan perintahnya hanya satu, ‘tutup’ tempat wisata tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, dalam rapat bersama Mendagri tersebut, gubernur mengaku mendapat arahan soal pengaktifan kembali tempat isolasi sebagai antisipasi lonjakan kasus, termasuk mewajibkan tes antigen pada setiap orang yang masuk ke Jawa Tengah.

“Kita semuanya harus selalu waspada dan saya minta semua yang masuk ke Jawa Tengah wajib dites antigen. Maka tempat- tempat isolasi kita siapkan semuanya termasuk yang ada di rumah sakit,” tandas gubernur.

Masih terkait dengan antisipasi penyebaran Covid-19 di pasar tradisional, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha meminta kepada seluruh Lurah Pasar yang ada di Kabupaten Semarang untuk mengoptimalkan pengawasan serta sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan.

Hal ini penting, menjelang hari raya Idul Fitri, pasar tradisional menjadi adalah salah satu pusat aktivitas warga yang bakal ramai dipadati oleh pengunung untuk berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran.

“Saya minta Lurah Pasar bersama dengan petugasnya untuk aktif melakukan pengawasan dan sosialisasi pentingnya protokol kesehatan untuk menekan risiko penularan Covid-19 di lingkungan kerjanya,” kata bupati.

Termasuk juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan yang ada di lingkungan pasar tradisional dapat digunakan secara optimal saat aktivitas pasar melonjak menjelang Lebaran nanti.

Hal tersebut penting karena sebagian masyarakat masih ada yang belum sadar untuk mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas di pasar tradisional. Seperti hari ini, saya masih mendapati pedagang yang abai mengenakan masker di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Tak pelak, bupati pun menegur pedagang yang bersangkutan sekaligus memberikan masker dan hand sanitizer agar dimanfaatkan sebaik- baiknya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sela aktivitasnya di lingkungan pasar.

Sementara, guna mengantisipasi munculnya klaster pasar tradisional, hari ini bupati dan jajaran forkopimda Kabupaten Semarang blusukan ke pasar tradisional untuk mengedukasi dan mensosilisasikan pentingnya protokol kesehatan kepada warga dan pengunjung pasar tradisional.

Di Pasar Bandarjo, Ungaran, bupati juga membagikan masker dan hand sanitizer sekaligus juga mengedukasi para pedagang untuk selalu membersihkan tangan setelah melakukan transaksi dengan pembeli.

“Bapak ibu tidak perlu susah- susah mendapatkan, masker dan hand sanitizer sudah dibantu Pemkab Semarang, tinggal digunakan sebaik mungkin untuk menekan risiko penularan nggih,” kata Ngesti Nugraha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement