Purbalingga Masih Masuk Zona Oranye Covid-19

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19 | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Status penyebaran Covid 19 di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masih memasukkan wilayah tersebut sebagai zona orange. Hal itu disampaikan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi saat menerima kedatangan anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat, di Setda Purbalingga, Rabu (5/5).

''Saat ini masih ada 130 kasus Covid 19 yang masih aktif. Dari jumlah itu, sebanyak 25 pasien menjalani perawatan di rumah sakit karena menunjukkan gejala. Sedangkan 105 pasiennya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing, karena tidak menunjukkan gejala,'' jelasnya.

Sedangkan secara keseluruhan, bupati menyebutkan, sejak awal kemunculan Covid-19 hingga saat ini, ada 5.501 warga Purbalingga yang telah terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.128 orang berhasil sembuh, dan 243 pasien lainnya meninggal.

''Dengan jumlah kematian sebanyak itu, angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Purbalingga memang masih menunjukkan persentase yang cukup tinggi. Sekitar 4,4 persen, atau di atas angka kematian tingkat nasional,'' katanya.

Terkait angka positivity rate atau jumlah kasus positif dari jumlah tes yang dilakukan, bupati menyebutkan terjadi peningkatan. Dari angka 7,62 persen pada pertengahan April 2021, meningkat menjadi 10,22 persen. ''Hal ini terkait dengan adanya klaster pesantren dan menjenguk kelahiran bayi yang belum lama ini kami temukan,'' katanya.

Dalam upaya menekan peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya, bupati mengaku sudah melakukan berbagai upaya. Antara lain dengan mengintensifkan sosialisasi prokes, operasi yustisi, Surat Edaran (SE) Bupati terkait langkah-langkah dalam PPKM,  menyiapkan karantina berbasis desa dan kecamatan, bekerja sama dengan RT untuk melakukan 'Lapor Warga' terhadap pendatang/pemudik.

Namun ia menyebutkan, dalam upaya pengendalian Covid-19 ada cukup banyak tantangan yang dihadapi. Antara lain mengenai adanya  pandemic fatigue (kejenuhan masyarakat akan kata-kata Covid-19 sehingga cenderung mengabaikan), keterbatasan vaksin, serta situasi menjelang lebaran yang tentu mempengaruhi mobilitas warga.

Anggota Tim Satgas Covid-19 Pusat, Brigjen Iwan Ma'ruf, menuturkan kedatangannya ke Purbalingga dalam rangka pendampingan upaya pencegahan peningkatan kasus Covid-19 di daerah. Terutama terkait dengan masalah mudik warga menjelang Lebaran seperti sekarang ini.

Ditegaskan, pemerintah telah menetapkan adanya larangan mudik pada masa Lebaran tahun ini. Namun bila ada ada warga yang diketahui mudik ke kampung halamannya, ketua RT harus langsung di tes antigen.

''Jika positif, harus langsung dikarantina. Tidak boleh lengah, karena jangan sampai kita mengalami tsunami Covid-19 seperti di India,'' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Robot Pembasmi Virus Korona di Pesawat Terbang

Pandemi, Hyatt Hotels Corp Catat Kerugian pada Kuartal I

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Menanjak Lagi

Ini Syarat Kebijakan Larangan Mudik Berjalan Efektif

Gubernur Lampung: Mudik Lokal Boleh Asal Kondisi Sehat

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark