Senin 17 May 2021 09:50 WIB

Anak Alami Gizi Buruk di Kota Surabaya Kondisinya Membaik

Danrian Setya Pratama yang mengalami gizi buruk dirawat di RSUD Bhakti Dharma Husada.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti.
Foto: Dok
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Seorang anak yang didiagnosis mengalami gizi buruk di daerah Simomulyo, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Danrian Setya Pratama (8 tahun), kini mendapat perawatan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Kondisinya semakin membaik setelah mendapat perawatan.

Ibunda Danrian, Ngateminah mengatakan, saat ini kaki anaknya sudah bisa digerakkan, meski belum bisa secara leluasa bergerak dan masih terbaring. "Pelan-pelan kakinya sekarang sudah bisa bergerak walaupun saat diluruskan masih belum bisa," katanya di Kota Surabaya, Senin (17/5).

Ngateminah mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti yang telah membantu Andri, panggilan akrab Danrian. Sehingga anaknya bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik di RSUD BDH.

"Kami awalnya bingung mau berobat karena anak saya belum tercantum di KK Surabaya, terima kasih banyak saya sampaikan atas bantuan bu Reni sehingga Andri kini bisa memperoleh penanganan dan perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengatakan, pada saat menjenguk Danrian Setya Pratama di RSUD BDH pada Sabtu (15/8), kondisi pasien sudah membaik, meski masih terbaring. "Andri terlihat lebih tenang dan wajahnya segar, ini berbeda dengan kondisi saat di rumah yang rewel dan sering mengeluh kesakitan," katanya.

Kedatangan pimpinan DPRD Surabaya tersebut sebagai tindak lanjut dari kunjungansebelumnya saat membantu mengurus administrasi kependudukan Andri agar bisa mendapat penanganan medis lebih lanjut tanpa kendala biaya. Berdasarkan hasil rekam medis RSUD BDH, otot kaki Andri mengalami pengecilan sehingga tidak mampu menopang beban tubuhnya.

Saat ini, kata Reni, Andri sedang enjalani penanganan medis lanjutan agar kondisinya bisa pulih terlebih dahulu. Untuk penanganan terkini, Andri akan menjalani fisioterapi dan ke depannya akan direhabilitasi demi memantau sekaligus melakukan pendampingan terkait kebutuhan asupan gizi dari si anak agar bisa tercukupi.

Meski demikian, Reni bersyukur karena tenaga medis yang menangani Andri menyampaikan, kondisi kesehatan pasien berangsur-angsur membaik dan menunjukan kemajuan positif. Mengenai perawatan kaki Andri juga menunjukan kemajuan karena pelan-pelan terlihat sudah bisa digerakkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement