Sabtu 12 Jun 2021 07:50 WIB

Kepala BNPB Cek Kesiapan RS Lapangan Ijen di Malang

Pengecekan untuk memastikan RS Lapangan Idjen siap antisipasi lonjakan kasus.

 Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE, MM, melakukan peninjauan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6).
Foto: BNPB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Ganip Warsito SE, MM, melakukan peninjauan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito melakukan pengecekan kesiapan Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard Kota Malang untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19. Ganip memastikan seluruh fasilitas dan personel, baik tenaga kesehatan, dokter, perawat, serta obat-obatan dalam keadaan siap, dan mencukupi apabila terjadi lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19 di wilayah Malang Raya.

"Semua yang ada di sini saya cek, saya pastikan, baik menyangkut nakesnya, dokter, perawat dan relawan. Juga fasilitas, dan obat-obatan, semua dalam keadaan siap," kata Ganip di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6).

Baca Juga

Ganip menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima dari Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard, tingkat keterisian tempat tidur saat ini masih cukup rendah. Sehingga, jika nantinya ada lonjakan pasien konfirmasi COVID-19, RS tersebut siap untuk menangani.

Berdasarkan catatan, RS Lapangan Ijen Boulevard menyediakan 307 tempat tidur untuk pasien konfirmasi positif COVID-19 yang memiliki gejala ringan atau tidak bergejala.

Berdasarkan data per 11 Juni 2021, dari total kapasitas tersebut, 70 tempat tidur telah terisi oleh pasien COVID-19. Namun, lanjut Ganip, pihaknya tidak mengharapkan adanya lonjakan kasus konfirmasi positif, khususnya di wilayah Malang Raya. 

Seluruh pihak, telah menyiapkan berbagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona. "Kondisi yang dirawat cukup rendah. Sehingga, bisa menjadi antisipasi manakala terjadi lonjakan. Namun, kita tidak berharap itu terjadi," ujar Ganip.

Ganip menambahkan BNPB selaku Satgas Penanganan COVID-19 bersama pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai upaya pengendalian penyebaran virus corona. Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain memberikan pendampingan untuk optimalisasi manajemen lapangan penanganan COVID-19. 

Juga dilakukan penguatan, dari aspek tenaga medis, obat-obatan, termasuk penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Ganip mengimbau dan mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. 

Utamanya dalam menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Peningkatan edukasi terkait protokol kesehatan, lanjutnya, pihaknya akan mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti para tokoh agama dan masyarakat. "Ini yang terpenting untuk kita bisa menjaga diri. Kalau diri kita terjaga, orang lain juga terjaga, akhirnya semua aman," kata Ganip.

Ganip juga meminta masyarakat untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi COVID-19 yang telah disiapkan oleh pemerintah. Karena, vaksinasi tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap virus corona.

"Kalau ada program vaksinasi, jangan ragu untuk vaksinasi. Karena vaksin ini dibutuhkan untuk menjaga diri kita, menciptakan kekebalan kelompok," kata Ganip.

Hingga saat ini, di Kota Malang tercatat secara keseluruhan ada 6.777 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, 6.109 orang dilaporkan telah sembuh, 633 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement