Rabu 16 Jun 2021 15:26 WIB

UMM Raih Juara di Pekan Ilmiah Keperawatan Nasional

Gagasan ini diharapkan bisa menurunkan angka kekerasan pada anak.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Mahasiswa Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih predikat runner-up dua pada Pekan Ilmiah Keperawatan Nasional (Pilketannas) 2021 cabang Karya Tulis Ilmiah (KTI). 
Foto: Humas UMM
Mahasiswa Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih predikat runner-up dua pada Pekan Ilmiah Keperawatan Nasional (Pilketannas) 2021 cabang Karya Tulis Ilmiah (KTI). 

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Mahasiswa Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh prestasi. Kali ini mahasiswa Syafira Aulia Rahma, M. Dodik Prastiyo, dan Lailatul Azizah yang tergabung dalam satu kelompok berhasil meraih predikat runner-up dua pada Pekan Ilmiah Keperawatan Nasional (Pilketannas) 2021 cabang Karya Tulis Ilmiah (KTI). 

Kompetisi yang dilangsungkan secara daring tersebut diadakan oleh Prodi Keperawatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Adapun pengumuman juara di agenda tersebut diumumkan pada 13 Juni lalu.

Perwakilan tim Syafira Aulia mengatakan, timnya mengambil judul “Si Adek Hebat: Satuan Aksi Deteksi & Rehabilitasi Kekerasan Anak Terintegrasi Aplikasi Dengan Pendekatan Home Based Intervention Masa Pandemi Covid-19” dalam ajang Pilketannas. Melalui KTI ini, tim ingin membahas tentang kekerasan terhadap anak selama pandemi. "Karena kami melihat banyaknya kesehatan mental pada anak yang semakin memburuk," ucap Syafira.

Si Adek Hebat menjadi gagasan program yang mampu mendeteksi rehabilitasi dan kekerasan dini yang terintegrasikan dengan aplikasi. Program Si Adek Hebat didukung dengan home based intervention yang dapat memudahkan pengawasan serta melibatkan keluarga dalam pemberian pendidikan. Gagasan ini diharapkan bisa menurunkan angka kekerasan pada anak.

Adapun selama perancangan KTI, Syafira mengaku, tidak menemukan kendala berarti. Hal itu tidak lepas dari pembagian tugas yang disusun pada awal perancangan KTI. Selain itu, juga ada briefing tiap minggu serta persiapan maksimal sejak jauh-jauh hari. 

"Alhamdulillah semua hal sudah kami siapkan dengan rapi sehingga tidak ada rintangan dan kendala besar yang kami temui," kata perempuan kelahiran Gresik, Jawa Timur (Jatim) ini.

Syafira bersyukur bisa ikut serta dalam perkombaan Pilketannas 2021. Selain meraih juara, ia juga bisa mendapat teman, pengalaman dan pengetahuan baru. 

Syafira berharap capaiannya dapat menjadi pemantik mahasiswa lain untuk berani mencoba mengikuti berbagai kompetisi. Kemudian karya tim yang tertuang dalam KTI bisa diimplementasikan di masyarakat ke depannya. "Sehingga angka kekerasan pada anak bisa menurun,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Republika, Rabu (16/6).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement