Tempat Wisata di Bantul Ditutup Sabtu dan Minggu

Red: Ratna Puspita

Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa penanggulangan pandemi COVID-19 harus diutamakan meski kebijakan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat pelaku usaha di daerah itu. Pemkab Bantul menutup tempat wisata setiap hari Sabtu dan Minggu. (Foto ilustrasi Pantai Parangtritis)
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa penanggulangan pandemi COVID-19 harus diutamakan meski kebijakan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat pelaku usaha di daerah itu. Pemkab Bantul menutup tempat wisata setiap hari Sabtu dan Minggu. (Foto ilustrasi Pantai Parangtritis) | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan bahwa penanggulangan pandemi COVID-19 harus diutamakan meski kebijakan tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat pelaku usaha di daerah itu. "Penanggulangan pendemi harus diutamakan meskipun ada dampak ekonominya. Jadi secara prinsip, Gubernur DIY memahami langkah Pemkab Bantul untuk menutup tempat wisata setiap hari Sabtu dan Minggu," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Jumat (25/6).

Berdasarkan Instruksi Bupati Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang berlaku pada 15 hingga 28 Juni, di antaranya mengatur penutupan wisata pantai setiap Sabtu dan Minggu selama PPKM Mikro itu, guna mencegah kerumunan. Akan tetapi, kata dia, penutupan objek wisata itu akan dievaluasi efektivitasnya dalam upaya menekan laju sebaran COVID-19 dan juga dampak ekonominya. 

Apalagi, pemerintah berharap agar penanganan pandemi COVID-19 selaras dengan upaya membangun perekonomian. "Sri Sultan HB X sangat mendukung, karena toh hanya Sabtu dan Minggu, masih ada lima hari lainnya. Dan jika nanti hasil evaluasi itu terbukti mampu menekan laju COVID-19, apakah akan diterapkan di semua kabupaten kota, saya belum tahu," katanya.

Abdul Halim Muslih yang juga ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul itu, menyebut dalam hal penanganan kasus positif yang terus melonjak, Gubernur DIY memberi kebebasan pada masing-masing pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan. "Namun, jika terjadi lonjakan kasus, di mana rumah sakit dan selter tidak lagi mampu menampung, harus diambil langkah tegas. Apalagi varian jenis Delta ini lebih ganas dan lebih cepat persebarannya," katanya.

Baca Juga

Bupati mengatakan dalam rapat koordinasi kepala daerah se-DIY dengan Gubernur Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, kompleks Kantor Gubernur DIY, beberapa hari lalu, pemda menilai bahwa yang datang ke tempat wisata banyak dari luar daerah, bahkan dari daerah zona merah. "Kalau wisatawan itu ternyata sudah terpapar COVID-19 tapi belum bergejala, lalu kontak dengan warga Bantul, kan bahaya, dampaknya di warga dan pemerintah. Namun kami sangat memahami kesulitan pedagang kecil di objek-objek wisata, tapi instruksi bupati itu hanyalah bersifat sementara saja, dan itupun ditutup hanya Sabtu dan Minggu," katanya.

Data Satgas COVID-19 Bantul menyebut, total kasus konfirmasi per Jumat (25/6) sebanyak 18.952 orang, dengan telah sembuh 14.956 orang, sementara kasus meninggal berjumlah 450 orang, sehingga pasien yang masih positif dan menjalani isolasi dan perawatan dokter berjumlah 3.546 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Korean BBQ and Shabu Jadi Inovasi Baru Swiss-Belboutique

Pemakaian Naik Tiga Kali Lipat, Oksigen di DIY Masih Cukup

Jurnalis DIY Positif, Wartawan Diharap Tingkatkan Prokes

20 Ribu Kasus, Provinsi di Jawa Sumbang Kasus Tertinggi

BPCB Yogyakarta Menutup Sementara 11 Kawasan Cagar Budaya

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark