Ganjar Ajak ASN Mayoni Para Pelaku Usaha Kecil

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin

Ganjar Ajak ASN Mayoni Para Pelaku Usaha Kecil (ilustrasi)
Ganjar Ajak ASN Mayoni Para Pelaku Usaha Kecil (ilustrasi) | Foto: Antara/M Risyal Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG — Masa pembatasan berbagai aktivitas masyarakat selama pelaksanaan PPKM Darurat, turut mempengaruhi omset para pelaku usaha kecil, tak terkecuali para pemilik warung, penjual makanan dan sejenisnya.

Selain diberlakukan pembatasan jam operasional, masih adanya keharusan bagi pelaku usaha kecil tersebut untuk melayani pembeli tanpa makan di tempat atau take away juga turut memangkas pendapatan mereka.

Agar dampak bagi para pelaku usaha kecil tersebut tidak semakin memberatkan, Gubernur Jawa Tengah mengajak para aparatur sipil negara (ASN) untuk banyak njajan (jajan; red) dan membeli dari para pelau usaha kecil yang terdampak.

“Untuk ASN dan masyarakat lain yang masih memiliki gaji tetap, banyak jajan atau belanja di warung-warung usaha kecil secara online maupun take away,” jelas Ganjar Pranowo, di Semarang, Jumat (9/7).

Karena situasi ini para pedagang menjadi sulit, jelasnya, maka ia pun mengajak siapapun yang punya rejeki, yang punya gaji tetap apalagi para ASN banyak jajan dan membeli dari para pelaku usaha kecil tersebut.

“Kalau perlu enggak usah masak, tapi mayoni (membeli) dari para pelaku usaha kecil, agar ekonomi mereka tetap bisa menggeliat,” tambahnya, di sela bersepeda memantau mobilitas masyarakat di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Kendal.

Ganjar mengaku, ajakn tersebut perlu, setelah melihat mobilitas/ aktivitas masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih cukup tinggi kendati saat ini tengah diberlakukan PPKM Darurat Jawa- Bali.

Menurut Ganjar dengan banyak belanja di warung maka itu akan membantu para pedagang dalam situasi yang sulit dan berat seperti saat ini. Namun sekaligus juga tetap mendukung pelaksanaan PPKM Darurat guna menekan persebaran Covid-19.

Hal itu bisa dilakukan dengan membeli di warung tetangga atau warung yang ada di lingkungan sekitar, agar mereka yang berjualan bisa tetap hidup ekonominya.

“Kalau kita belanja sendiri mungkin ngirit ya, sekarang boros kira- kira 10 persen tidak apa-apa, yang penting warung- warung tetangga dan yang ada di lingkungan sekitar tetap laku di tengah ketatnya pembatasan PPKM darurat ini,” tegasnya.

Selain membantu pedagang, gerakan banyak jajan secara online maupun take away tersebut juga membantu para penyedia jasa layanan ojek online (ojol) maupun ojek konvensional juga bakal kebagian rejeki.

“Jadi, tidak hanya ojek yang dari perusahaan formal tetapi tetangga yang ada di kanan- kirnya juga bisa disuruh, tetapi tetap harus mengedepankan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19,” lanjut Ganjar.

Di lain pihak, Gubernur Jawa Tengah juga mengakui, selama pelaksanaan PPKM Darurat Jawa- Bali di daerahnya, mobilitas masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah memang masih harus ditekan lagi.

Sebab masih terlihat ada peningkatan mobilitas dalam dua hari terakhir. Padahal sebelumnya sudah terlihat adanya penurunan mobilitas masyarakat terkait dengan pelaksanaan PPKM darurat tersebut.

Menurutnya, pengetatan berbagai aktivitas masyarakat perlu ditingkatkan lagi dengan  melibatkan petugas dari unsur kepolisian dan TNI di lapangan.

“Kemarin itu, mobilitas dan aktivtas masyarakat sudah mulai menurun. Mestinya semakin hari progresnya juga semakin menurun, tetapi justru meningkat lagi dan masih harus diperketat dengan bantuan dari kepolisian dan TNI,” tambahnya.

Di sisi lain, gubernur juga terus meminta dan memohon kesadaran dari masyarakat untuk bisa menahan diri lebih dulu. Ia juga tidak menyangkal bahwa situasi ini sulit dan berat bagi siapa pun.

Tetapi, masih jelas Ganjar,  masyarakat tentu juga harus paham jika pengetatan- pengetatan memang sangat diperlukan agar pandemi Covid-19 di Jawa Tengah tidak semakin bertambah parah.

Maka ia memohon betul kesadaran masyarakat untuk semua dan ini memang berat dan cukup sulit, tetapi ayo kita harus bersama- sama menjaga diri. Yang bekerja dan yang jualan, ayo tetap semangat bekerja dan semangat jualan.

“Tetapi jangan pernah abaikan protokol kesehatan harus tetap ditaati. Sehingga kalau tidak nongkrong kan tidak apa- apa atau belinya melalui online tidak apa- apa agar semua masih tetap bisa bekerja,” tandasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pelaku Usaha ‘Kucing-kucingan’ dengan Petugas Lapangan

Langgar PPKM Darurat, Petugas Sita Barang Bukti Pelaku Usaha

Kemenparekraf Umumkan 100 Finalis FoodStartup Indonesia 2021

Kala Gus Miftah dan Ganjar Gowes Edukasi Covid-19

ACT Upayakan Rekonstruksi Tempat Tinggal Bagi Warga Gaza

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark