Akademisi Didorong Kembangkan Inovasi Kelautan dan Perikanan

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Akademisi Didorong Kembangkan Inovasi Kelautan dan Perikanan (ilustrasi).
Akademisi Didorong Kembangkan Inovasi Kelautan dan Perikanan (ilustrasi). | Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mendorong akademisi berkontribusi memajukan sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya mengembangkan riset, inovasi dan teknologi bidang kelautan dan perikanan.

Ia menilai, Indonesia memiliki potensi sumber daya dan andalan perekonomian nasional baik sub sektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Bahkan, sektor ini mampu bertahan saat hantaman krisis moneter pada 1998 dan pandemi.

"Hasil riset jadi bagian penting dalam proses penemuan teknologi dan inovasi. Karenanya, kita mohon bantuan akademisi memikirkan kemajuan teknologi bidang kelautan dan perikanan Indonesia," kata Sakti dalam Semnaskan UGM XVIII yang dilaksanakan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM, Senin (26/7).

KKP sendiri memiliki tiga program terobosan. Pertama, peningkatan PNBP dari SDA perikanan tangkap untuk tingkatkan kesejahteraan nelayan. Kedua, pengembangan budidaya untuk tingkatkan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan.

Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal. Ia berharap, dukungan riset, inovasi dan teknologi dapat mendorong produktivitas dan kualitas hasil perikanan lebih optimal. "Serta, membantu pemulihan ekonomi nasional," ujar Sakti.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono menuturkan, pandemi telah berdampak ke krisis kesehatan global dan membawa tatanan kehidupan baru. Karenanya, ketersediaan pangan bergizi, termasuk perikanan, sangat penting ciptakan masyarakat sehat.

Dengan perairan dan lautan luas, sektor perikanan tangkap dan budidaya juga kelautan jadi penggerak utama perekonomian nasional dan berkontribusi kepada pasokan pangan global. Pengembangan bisa diarahkan ke industri berkelanjutan.

Untuk itu, pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan harus fokus menjaga kualitas, keanekaragaman dan ketersediaan pangan generasi kini dan mendatang. Serta, didukung iptek yang kekinian agar dalam pemanfaatan berjalan efisien.

"Perlu sinergi antara kegiatan penelitian dengan pembangunan kelautan dan perikanan agar bisa memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan," kata Panut. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pemanfaatan Ruang Laut Harus Sesuai Prinsip Ekonomi Biru

Gubernur Sumbar Kunjungi Lampung Belajar Budi Daya Udang

Menteri KP: Sumbar Bisa Hasilkan Triliunan dari Perikanan

KKP Dorong Budidaya Udang di Sumbar

Indonesia Kawal dan Aktif di 19th Ocean Panel Sherpa Meeting

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark