70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Divaksinasi

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin

70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Dapat Vaksin (ilustrasi).
70 Persen Pasien Covid-19 di Banyuwangi Belum Dapat Vaksin (ilustrasi). | Foto: www.freepik.com

REPUBLIKA.CO.ID,BANYUWANGI –- Sebanyak 70,65 persen pasien Covid-19 di Banyuwangi belum mendapatkan vaksin. Sementara untuk 15,88 persen mendapat vaksin dosis satu dan 13,47 persen telah mendapat dosis kedua.

Berdasarkan data tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi dinilai cukup efektif dalam menekan angka konfirmasi positif. Sebab itu, dia sangat menaruh harapan terhadap program vaksinasi yang masih berjalan. "Tentu ini harus memacu kita untuk mempercepat vaksinasi. Kami terus berkoordinasi agar terus mendapat tambahan alokasi vaksin dari pusat,” kata Ipuk di kantor Satgas Covid-19 Banyuwangi.

Adapun untuk pasien Covid-19 yang meninggal, sebanyak 93 persen belum mendapatkan vaksin. Kemudian enam persen sudah mendapat dosis pertama dan satu persen telah mendapat dosis kedua. Sebagian besar yang meninggal karena memiliki komorbid seperti diabetes dan hipertensi. 

"Ini juga sekaligus bukti bahwa vaksinasi sangat efektif mengurangi risiko perburukan kondisi pasien," ucap dia.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2021, sebanyak 454.670 warga Banyuwangi telah mendapatkan dosis pertama dan terus berlanjut termasuk untuk dosis dua. Jumlah itu setara 34 persen dari total sasaran awal 1,34 juta jiwa warga di Banyuwangi. 

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Widji Lestariono menegaskan, pihaknya akan terus melakukan percepatan vaksinasi. Langka ini harus dilakukan agar herd immunity terbentuk dan warga yang tertular bisa semakin sedikit. 

Dinkes Banyuwangi juga akan terus menggiatkan vaksinasi sesuai ketersediaan stok. "Pekan ini vaksin datang lagi. Kami bahkan juga merekrut relawan kesehatan untuk membantu percepatan vaksinasi,”  kata dia.

Pada pekan ini, Dinkes Banyuwangi akan menerima vaksin untuk dosis dua secara bertahap. Vaksin-vaksin tersebut antara lain 2.430 vial AstraZeneca dan 630 vial Sinovac. Satu vial biasanya terdiri atas 10 dosis.

Menurut Widji, prinsip kerja vaksin itu melatih sistem kekebalan (imunitas) tubuh seseorang. Ketika sistem imunitas memiliki respons yang baik, maka itu bisa mengurangi penularan. Kemudian jika tertular, ini bisa meminimalisasi risiko perburukan kondisi.

Terakhir, Widji mengajak warga untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat harus tetap memakai masker, menjaga jarak dan rajin membersihkan tangan. Kemudian juga bisa terus mengurangi mobilitas jika memang tidak perlu dilakukan.

"Ini adalah kontribusi kita untuk bersama-sama menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ungkapnya dalam pesan resmi yang dirilis Pemkab Banyuwangi, Selasa (3/8).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Penyakit yang Lebih Bahaya dari Covid-19 Menurut Habib Syech

Polres Pamekasan Gandeng NU Gelar Vaksinasi Massal

PPKM Diperpanjang, Polres Sukabumi Lanjutkan Penyekatan

Qusthul Hindi, Herbal yang Sangat Dianjurkan Ibnu Qayyim

Lapangan Masjid di Tebet Jadi Lokasi Vaksinasi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark