Pemkot Yogya Fokus Turunkan Mobilitas di Permukiman

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan

Satgas Covid-19 berjaga saat penyekatan di Jalan Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/7). Penyekatan dilakukan untuk proses penyemprotan disinfektan oleh petugas. Penyemprotan ini untuk mengurangi  penyebaran Covid-19.
Satgas Covid-19 berjaga saat penyekatan di Jalan Adisucipto, Yogyakarta, Rabu (7/7). Penyekatan dilakukan untuk proses penyemprotan disinfektan oleh petugas. Penyemprotan ini untuk mengurangi penyebaran Covid-19. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta fokus untuk menurunkan mobilitas masyarakat di permukiman pada perpanjangan PPKM level 4 hingga 9 Agustus 2021. Pasalnya, mobilitas masyarakat di permukiman masih cukup tinggi.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, penurunan mobilitas masyarakat sudah mencapai 60 persen sejak diterapkannya PPKM darurat hingga PPKM level 4.

Penurunan mobilitas ini dilihat dari penyekatan dan pembatasan akses keluar masuk yang dilakukan di jalan-jalan umum dan tempat umum. Namun, mobilitas berpindah ke permukiman.

"Itu berarti tingkat mobilitas di pemukiman masih signifikan untuk terjadinya penularan Covid-19," kata Heroe kepada wartawan dalam pesan tertulisnya, Selasa (3/8).

Penurunan mobilitas di permukiman ini dilakukan mengingat penularan Covid-19 saat ini didominasi di lingkungan keluarga dan perkantoran. Sehingga, pihaknya juga melakukan penyekatan dan pemisahan kasus Covid-19 yang ada di permukiman.

Artinya, jika ditemukan satu kasus positif di lingkungan keluarga, maka akan dilakukan penanganan dengan cepat. Penanganan ini, kata Heroe, dilakukan dengan isolasi di shelter yang dikelola Pemkot Yogyakarta maupun shelter-shelter yang sudah disiapkan di masing-masing wilayah, baik itu di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Dengan begitu, penularan Covid-19 tidak terjadi ke anggota keluarga lainnya. Heroe pun meminta posko dan satgas penanganan Covid-19 di masing-masing kelurahan untuk fokus untuk menangani kasus dengan cepat.

"Satgas kelurahan dan kemantren untuk fokus bagaimana setiap kasus baru secepatnya ditangani secara terintegrasi. Sehingga yang negatif tidak tertular dari yang satu rumah atau satu ruangan," ujarnya.

Terkait perpanjangan PPKM level 4, Heroe menuturkan, tidak berbeda dengan yang sudah diterapkan sebelumnya. Kebijakan ini juga sama dengan kabupaten lainnya di Provinsi DIY.

"Istilahnya adalah pemberlakuan kembali aturan sebelumnya. Apalagi Kota Yogya kan sebagai wilayah aglomerasi yang tentu kebijakan umum antar kabupaten dan DIY tidak mungkin melampaui aturan yang di atasnya," jelas Heroe.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


PPKM Level 4 Diperpanjang, Ini Tanggapan Walkot Bekasi

Direktur Perusahaan Penimbun Obat Covid-19 Belum Ditahan

AS Sumbang 110 Juta Dosis Vaksin ke 60 Negara

Wuhan kembali jadi sorotan saat varian Delta mewabah di China

Vaksinasi Bisa Hambat Siklus Penularan Virus Corona

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark