Selasa 10 Aug 2021 13:57 WIB

RS Lapangan Tembak Surabaya Nol Pasien Covid-19

Ruangan di RSLT sudah disterilisasi.

Pekerja menggotong tabung untuk melakukan pemasangan pipa oksigen di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/7/2021). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah gedung lapangan tembak itu menjadi Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) khusus pasien COVID-19 dengan daya tampung seribu tempat tidur pasien namun untuk tahap awal tersedia 400 tempat tidur pasien.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Pekerja menggotong tabung untuk melakukan pemasangan pipa oksigen di Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/7/2021). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah gedung lapangan tembak itu menjadi Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) khusus pasien COVID-19 dengan daya tampung seribu tempat tidur pasien namun untuk tahap awal tersedia 400 tempat tidur pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) di Kedong Cowek, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang merawat warga terpapar COVID-19, saat ini sudah zero pasien COVID-19."Alhamdulillah, semua tempat tidur kosong dan ruangan sudah disterilisasi. Kemarin (9/8) saat saya berkunjung ke RSLT sudah tidak ada pasien COVID-19 yang dirawat," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti di Surabaya, Selasa (10/8).

RSLT resmi beroperasi sejak 11 Juli 2021. Rumah sakit tersebut difungsikan untuk mengurai dan mengurangi beban BOR di RSUD Soewandhi yang beberapa waktu belakangan ini mengalami lonjakan pasien COVID-19.

Baca Juga

Sejak awal dibuka, lanjut dia, hampir 200 tempat tidur penuh dengan pasien COVID-19. Hal ini menunjukkan jumlah warga Surabaya yang terpapar COVID-19 saat ini mulai berkurang. Bahkan, di RSUD Soewandhi juga tidak ada antrean di UGD.

"Ini menjadi kabar baik bisa tingkatkan imun. Semoga di rumah sakit lainnya pasien COVID-19 juga makin berkurang," ujar dia.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mengimbau warga agar kondisi yang sudah mulai membaik ini bukan menjadi alasan untuk kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes)."Tetap waspada dengan disiplin dan patuh protokol kesehatan agar kasus COVID-19 tidak meningkat lagi," katanya.

Reni mengatakan upaya penanganan di hilir oleh Pemkot Surabaya secara bertahap menunjukkan hasil yang terus membaik. Selain itu, Pemkot juga gencar melakukan tracing untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Zero pasien, semoga tempat tidur di sini (RSLT) tidak terisi lagi. Kasus tidak kembali melonjak dan sehat-sehat semuanya, tolong prokes tetap dijaga," kata Reni.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement