Jumat 13 Aug 2021 16:16 WIB

Pemkot Surabaya Percepat Normalisasi Sungai Kalimas

Ada gundukan sedimen yang nampak di sepanjang Sungai Kalimas.

Warga mengamati perahu wisata yang melintas di Sungai Kalimas di Taman Prestasi Jalan Ketabang Kali, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Pemkot Surabaya membuka kembali delapan taman kota di Surabaya yang sebelumnya ditutup karena pandemi COVID-19 dengan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dan protokol kesehatan ketat.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Warga mengamati perahu wisata yang melintas di Sungai Kalimas di Taman Prestasi Jalan Ketabang Kali, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Pemkot Surabaya membuka kembali delapan taman kota di Surabaya yang sebelumnya ditutup karena pandemi COVID-19 dengan menerapkan pembatasan jumlah pengunjung dan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya mempercepat normalisasi di sepanjang Sungai Kalimasdi Kota Pahlawan itu menjelang datangnya musim hujan.

"Kami akan kebut untuk mengantisipasi musim hujan," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

Menurut Armuji, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau berakhir pada Oktober 2021. Tentunya, kata dia, hal itu perlu diantisipasi Pemkot Surabaya dengan melakukan normalisasi saluran air dan Sungai Kalimas.

Untuk itu, lanjut dia, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya mengerahkan berbagai alat berat dan dump truk untuk mengangkut sedimen dari dasar Sungai Kalimas.

"Ada gundukan sedimen yang nampak di sepanjang Sungai Kalimas, tepatnya di Jalan Ahmad Jais hingga Taman Ekspresi. Sedimen yang sudah diangkut sekitar 10 ribu meter kubik," ujarnya.

Selain itu, Armuji mengimbau warga Surabaya yang menempati pinggir Sungai Kalimas untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal itu untuk menjaga kebersihan serta mencegah pendangkalan sungai.

"Warga yang tinggal pinggir sungai jangan buang sampah. Kita saling menjaga. Pemkot bekerja keras untuk mengantisipasi musim hujan," ujarnya.

Pada saat peninjauan itu, Wawali Armuji sempat berhenti karena melihat ada alat berat berhenti saat melakukan normalisasi. Armuji meminta DPUBMP Surabaya segera mengoperasikan kembali alat berat itu untuk mempercepat pengerukan.

"Kami menargetkan Surabaya bisa bebas banjir dan untuk wilayah yang berpotensi tergenang bisa dilakukan langkah pencegahan sejak dini," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement