Senin 30 Aug 2021 15:07 WIB

PTM Terbatas di Semarang Dilaksanakan Bertahap

Ratusan sekolah jenjang SD dan SMP di wilayah Kota Semarang mulai menggelar PTM.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Mas Alamil Huda
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (baju batik) meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). Wali Kota menegaskan pelaksanaan PTM terbatas di Kota Semarang dilaksanakan bertahap.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (baju batik) meninjau pelaksanaan PTM terbatas di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). Wali Kota menegaskan pelaksanaan PTM terbatas di Kota Semarang dilaksanakan bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Hari ini ratusan sekolah jenjang SD dan SMP di wilayah Kota Semarang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas secara serentak. Namun, pelaksanaan PTM terbatas di tiap sekolah dilakukan secara bertahap.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengungkapkan, pelaksanaan PTM terbatas di Kota Semarang tetap mengedepankan faktor-faktor keamanan dari risiko penularan Covid-19, baik pada siswa maupun guru, di lingkungan sekolah.

“Meski ketentuannya maksimal diikuti 50 persen dari jumlah siswa, namun untuk mencapai  50 persen dari jumlah siswa dilakukan secara bertahap,” ungkapnya di sela memantau pelaksanaan PTM terbatas, di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8).

Secara umum, jelas wali kota, dari pantauan yang dilakukannya di SMPN 12 Semarang, semua dapat berjalan sesuai dengan rencana, baik terkait dengan sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan (prokes) maupun implementasi SOP pencegahan di lingkungan sekolah.

Pihak SMPN 12 Kota Semarang sudah menjelaskan, sebelumnya telah beberapa kali melakukan uji coba PTM di sekolah. Maka hari ini bersama-sama dengan sekolah yang lainnya di Kota Semarang melaksanakan sekolah tatap muka terbatas.

Orang nomor satu di Kota Semarang ini juga mengapresiasi para siswa yang bersemangat untuk melaksanakan prokes ketat, pun demikian para guru. Situasinya juga terkendali terkait dengan ketentuan batasan peserta PTM, yakni maksimal 50 persen dari jumlah siswa secara bertahap.

Jadi untuk pekan ini yang mengikuti PTM terbatas di sekolah baru kelas IX. Sementara untuk pekan depan direncanakan siswa kelas VII dan untuk pekan ketiga nantinya Kelas VIII ditambah kelas VII.

“Karena jumlah siswa di SMPN 12 Semarang mencapai 750 siswa, nantinya kalau sudah berangkat 50 persen maksimal akan ada 370-an siswa, tetapi itu bakal dilaksanakan secara bertahap dari kelas IX, kelas VII dan kelas VIII,” jelasnya.

Untuk pengawasan, wali kota memastikan selain Dinas Pendidikan Kota Semarang, setiap kepala sekolah serta semua pengajar di sekolah sudah memahami. Sifat dari PTM terbatas ini lebih pada upaya untuk membuat semua siswa mendapatkan pelayanan pendidikan yang maksimal.

Tidak hanya secara offline namun juga online. kemudian mereka punya kemampuan untuk berinteraksi satu dengan yang lain, karena sentuhan itu yang diberikan pada pelaksanan PTM terbatas kali ini. Kendati begitu, wali kota juga memberikan catatan, khusunya terkait dengan pelayanan pendidikan secara online dari rumah masih harus dimaksimalkan.

“Baik dari sisi jaringan pendukung kegiatan PJJ (pembelajaran jarak jauh) serta guru yang mengajar harus benar-benar membuat siswa yang harus melaksanakan PJJ bisa memahami dengan baik pembelajaran yang diberikan," ujar Hendrar.

Wali kota juga menyampaikan, selain pelaksanaan PTM terbatas, program vaksinasi bagi siswa/pelajar di Kota Semarang juga terus berjalan. Hari ini misalnya ada vaksinasi untuk siswa di SMPN 21 Semarang dan SMP 12 kelas IX. Ia ingin semua terus berjalan secara paralel dan kita tidak perlu menunggu lagi.

“Yang terpenting prokes di lingkungan belajar betul- betul disiapkan sambil melakukan upaya percepatan vaksinasi untuk pelajar,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, menambahkan, untuk sekolah yang hari ini melaksanakan PTM terbatas jenjang TK negeri ada sembilan, SD Negeri ada 325 dan SMP negeri ada 44. Sedangkan untuk sekolah swasta, jenjang TK ada 31, SD ada 51 dan SMP ada 22 sekolah.

“Selain telah mengajukan izin, sekolah swasta yang mengajukan uji coba PTM terbatas juga sudah kita verifikasi semua terkait dengan kesiapan sarpras pendukung prokes,” jelasnya.

Gunawan juga mengamini, pelaksanaan PTM terbatas dilakukan bertahap guna menghindari risiko kerumunan siswa di lingkungan belajar. Sekolah telah membuat ketentuan untuk mengatur jadwal PTM terbatas.

Misalnya kelas IX A dan B masuk pukul 08.00, kemudian kelas IX C dan D masuk pukul 08.30 dan seterusnya. Sehingga proses uji Coba PTM di Kota Semarang dilaksanakan secar bertahap, semuanya diserahkan kepada sekolah.

Misalnya SMPN 12, pekan ini kelas IX, pekan depan kelas IX, serta sebagian kelas VII dan pekan berikutnya lagi semuanya sampai nanti 50 persen. Ibarat air, kata Gunawan, keran dibuka sedikit dulu dan akhirnya nantinya dibuka penuh tetapi prokesnya dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kita tidak mau dibuka langsung semua tetapi justru memicu terjadinya kerumunan siswa di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Gunawan menambahkan, bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas juga harus mengikuti ketentuan yang sudah diberikan, antara lain seperti harus membuat SOP pencegahan di lingkungan sekolah, membentuk satgas Covid-19 dan menyiapkan sarpras pendukung prokes ketat.

Selain itu juga mengikuti ketentuan PTM terbatas, seperti sehari jumlah siswa tidak lebih dari 50 persen. Juga Jam pelajaran di sekolah maksimal hanya 4 jam pelajaran. Siswa dalam sepekan untuk sementara hanya mengikuti dua atau tiga hari PTM terbatas di sekolah.

“Sedangkan untuk pengawasan agar siswa tidak keluyuran, kita ada komite sekolah dan paguyuban orang tua. Setiap wali kelas pasti berkomunikasi dengan masing-masing orang tua,” tandas Gunawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement