Karantina Bangkalan Ajak Petani Kembangkan Tanaman Porang

Red: Bilal Ramadhan

Porang awalnya tidak dilirik orang karena dianggap sebagai tanaman liar, baru memasuki awal tahun 2000-an saat harganya mulai merangkak naik, petani beramai-ramai mencoba menanam Porang.
Porang awalnya tidak dilirik orang karena dianggap sebagai tanaman liar, baru memasuki awal tahun 2000-an saat harganya mulai merangkak naik, petani beramai-ramai mencoba menanam Porang. | Foto: Kementan

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN -- Karantina Pertanian Bangkalan, Jawa Timur mengajak para petani di Pulau Madura, untuk mengembangan budidaya tanaman porang, karena jenis tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan selama ini banyak diekspor ke luar negeri.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Bangkalan Agus Mugiyanto tanaman porang ini banyak dibutuhkan di luar negeri terutama Jepang, karena menjadi bahan baku beras shirataki yang dikenal dengan beras diet.

"Berdasarkan hasil penelitian, jenis tanaman ini mengandung mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan," kata Agus.

Selain itu, porang juga digunakan sebagai bahan campuran atau tambahan pada berbagai produk kue, roti, es krim, permen, jeli, selai, dan bahan pengental pada produk sirup dan sari buah.

Manfaat lainnya, juga sebagai bahan pengisi dan pengikat tablet, bahan pelapis, penguat tenunan dalam industri tekstil, media pertumbuhan mikrobia, dan bahan pembuatan kertas yang tipis, lemas, dan tahan air.

"Makanya, jenis tanaman ini sangat dibutuhkan di luar negeri," katanya.

Oleh karenanya, sambung Agus, pihaknya mengajak para petani untuk bisa mengembangkan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi tersebut.

Agus mengaku telah menyosialisasikan hal itu kepada sebagian petani dengan cara bekerja sama dengan pemkab di Pulau Madura. "Kemarin, kami menggelar sosialisasi di Kabupaten Sampang terkait budidaya porang ini," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Karantina Pertanian Bangkalan menghadirkan narasumber Donny Mahendra dari Porang Mulya Indonesia yang menjelaskan tentang budidaya porang dari pemilihan bibit hingga pemanenan.

Agus mengaku, pihaknya sangat berkepentingan agar para petani di Pulau Madura bisa mengembangkan budidaya porang tersebut, sebagai bentuk pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 395 Tahun 2021 tentang Gugus Tugas Percepatan Pengembangan Ekspor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 

Terkait


Petani: Meski Harga Dinamis, Porang Saat Ini Menguntungkan

Jokowi Bicara Porang Jadi Ekspor Andalan, Ini 7 Manfaatnya

Mentan SYL Dorong Pemasaran Beras Porang Shirataki  

Mentan Dorong Bisnis Porang Hingga Pascapanen dan Industri

Wamendag: Indonesia Harus Terdepan dalam Perdagangan Porang

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark