Puluhan Rumah di Semarang Rusak Diterjang Puting Beliung

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Bilal Ramadhan

Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha bersama rombongan muspika meninja rumah warga terdampak bencana angin puting beliung, di wilayah Kecamatan Bancak, Jumat (17/9). Puluhan rumah warga di tiga desa mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat bencana yang terjadi kamis (16/9) sore tersebut.
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha bersama rombongan muspika meninja rumah warga terdampak bencana angin puting beliung, di wilayah Kecamatan Bancak, Jumat (17/9). Puluhan rumah warga di tiga desa mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat bencana yang terjadi kamis (16/9) sore tersebut. | Foto: dok. Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Sedikitnya 20 rumah warga, mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Ke 20 rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung tersebut tersebar di wilayah dua dusun, di Desa Plumutan. Masing-masing sebanyak di Dusun Kalisari serta Dusun Karangwuni.

Data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Bancak menyebutkan, di wilayah Dusun Karangwuni tercatat ada 15 rumah milik warga yang terdampak dan mengalami kerusakan sedang.

Umumnya genting atap rumah terlepas dan berjatuhan akibat diterjang angin puting beliung dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan bagian atap dan beberapa bagian bangunan akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Sedangkan di wilayah Dusun Kalisari angina puting beliung hanya mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan sedang, karena hanya beberapa bagian atap yang gentingnya kabur akibat angin puting beliung.

“Di Desa Plumutan, total ada sebanyak 16 bangunan rumah yang mengalami kerusakan sedang serta empat rumah hanya mengalami kerusakan ringan,” kata Camat Bancak, Febru Suryanto, Jumat (17/9).

Sementara itu, bencana angin puting beliung yang terjadi Kamis petang dilaporkan juga menerjang pemukiman lain di wilayah Kecamatan Bancak, masing-masing di wilayah Desa Boto serta Desa Jlumpang.

Kepala Seksi (Kasi) kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Semarang, Riyadi menjelaskan, di wilayah Desa Boto tercatat ada satu bangunan selep padi roboh dan satu rumah warga mengalami rusak berat akibat terdampak bencana puting beliung yang terjadi pada Kamis pukul 16.30 WIB.

Sementara di wilayah Desa Jlumpang sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan, saat ini masih dalam proses perbaikan secara gotong royong.

Perbaikan rumah warga yang terdampak kerusakan parah melibatkan TNI, Polri serta para relawan BPBD Kabupaten Semarang. “Jika pada hari ini pengerjaannya belum selesai akan dilanjutkan pada Sabtu (18/9) besok,” ujar Riyadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah Warga di Mamuju 

Rumah Roboh Akibat Angin Puting Beliung

Program Vaksinasi Covid-19 BIN Sasar Ribuan Santri 

Turun Level 3, Bupati Semarang: Masyarakat Jangan Lengah

'Tidak Ada Titipan dan Percaloan Seleksi Perangkat Desa'

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark