Selasa 21 Sep 2021 06:37 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Turun Tinggal 520 Orang

Masyarakat harus tetap waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Turun Tinggal 520 Orang (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Turun Tinggal 520 Orang (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, mencatat kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani perawatan maupun isolasi menurun hingga tinggal 520 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul, Senin (20/9), kasus konfirmasi bertambah 40 orang, sementara kasus konfirmasi COVID-19 yang sembuh sebanyak 77 orang, sedangkan kasus kematian bertambah empat orang.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 di Bantul secara kumulatif sebanyak 56.407 orang, dengan angka sembuh 54.349 orang, kemudian kasus meninggal menjadi 1.538 orang, sehingga pasien yang masih isolasi berjumlah 520 orang.

Kasus aktif COVID-19 tersebut tersebar di 17 kecamatan se-Bantul dengan terbanyak dari Kecamatan Banguntapan 81 orang, kemudian Srandakan 58 orang, dan Bantul 54 orang, sedangkan jumlah terendah dari Kecamatan Dlingo dua orang, dan Piyungan enam orang.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, meski penyebaran COVID-19 di Bantul saat ini mengalami penurunan signifikan, namun masyarakat harus tetap waspada dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Mari bersama kita putus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas," katanya.

Dengan penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bantul dari level 4 ke level 3 yang kemudian diikuti pelonggaran aturan pembatasan, Bupati meminta masyarakat tetap tidak lengah dalam protokol kesehatan. "Dengan penurunan level PPKM dan pelonggaran ini masyarakat tidak lantas melakukan euforia yang bisa mengakibatkan kenaikan kembali jumlah kasus penularan," katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement