UGM Gelar Vaksinasi untuk Warga Sekitar Hutan Wanagama

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksin Covid-19 (ilustrasi)
Vaksin Covid-19 (ilustrasi) | Foto: Pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar vaksinasi massal untuk warga sekitar Hutan Wanagama. Bekerja sama Polri dan Pemkab Gunungkidul, UGM menerjunkan relawan mahasiswa sebanyak 30 orang dan tenaga kesehatan 30 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengangkat tajuk vaksinasi merdeka serentak yang diselenggarakan di 96 tempat di seluruh Indonesia. Vaksinasi bekerja sama kampus-kampus di Indonesia ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo dari IPB.

Baca Juga

Dalam sambutannya, Jokowi menuturkan, kegiatan vaksinasi ini mendukung target pemerintah agar 80 persen warga negara bisa segera divaksin. Melalui kegiatan ini, ditargetkan ada 253.000 warga dapat disuntik vaksin dalam satu hari.

Jokowi mengingatkan, ada dua langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan pandemi covid di Indonesia saat ini yaitu mempercepat vaksinasi dan memperkuat protokol kesehatan. Ia berpendapat, kunci penanganan hanya itu.

"Kuncinya hanya dua itu," kata Jokowi, Kamis (23/9).

Dalam dialog bersama panitia pelaksanaan vaksinasi, Jokowi mengapresiasi kampus yang melibatkan mahasiswa dan tenaga kesehatan untuk vaksinasi massal serentak. Kegiatan ini turut memberikan pengalaman kepada relawan pendamping vaksinasi.

 

Sehingga, mereka bisa lebih banyak tahu terkait vaksinasi sekaligus memperkuat keterampilan mereka dalam bidang keperawatan. Jokowi juga berharap, kegiatan vaksinasi massal ini mempercepat program vaksinasi yang sudah dicanangkan.

Ketua Satgas Covid UGM, Dr Rustamadji mengatakan, agenda vaksinasi massal kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan vaksinasi yang dilakukan UGM untuk warga DIY. Ia menekankan, UGM ingin mendekati ke masyarakat agar lebih tepat sasaran.

"Meningkatkan cakupan lebih dari 50 persen. Kita harapkan kekebalan kelompok bisa tercapai," ujar Rustamadji.

Vaksinasi diberikan kepada 3.000 warga yang ada di Kalurahan Ngeleri, Getas dan Banaran di Kapanewon Playen. Salah seorang warga lansia dari Ngeleri, Samilah (65), merupakan salah satu penerima yang datang didampingi anak sulungnya.

Wanita yang memiliki dua anak dan empat cucu ini memberanikan diri untuk ikut vaksinasi setelah mengetahui kedua anaknya yang sudah ikut vaksin tetap sehat. Hal itu menepis kekhawatirannya vaksin bisa menyebabkan bisa terpapar covid.

"Saya ingin sehat. Sempat takut, setelah lihat anak sehat-sehat saja setelah vaksin saya berani ikut," kata Samilah.

Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti, menyampaikan apresiasi kepada UGM dan Polres Gunungkidul yang ikut terlibat dalam vaksinasi merdeka serentak. Ia menilai, agenda ini bisa menjangkau warga yang belum mendapat suntik vaksin.

"Kita harapkan kekebalan kelompok segera terwujud, sehingga aktivitas masyarakat bisa normal kembali," ujar Endah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Kapal Perang TNI Beri Oksigen Gratis dan Vaksinasi di Sorong

Jerman Setop Tanggung Biaya Karantina Warga yang tak Vaksin

Polda DIY Kekurangan Stok Vaksin untuk Dosis Kedua

Vaksinasi Covid-19 bagi Mahasiswa U Jelang Kuliah Tatap Muka

Kekurangan Vaksin jadi Kendala Capaian Herd Immunity

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark