Kamis 30 Sep 2021 14:51 WIB

Pemkab Gencarkan Pembangunan Dam untuk Lahan Produktif

Gunung Kidul mendapatkan 40 paket program pertanian dari pemerintah pusat.

Pertanian di Gunung Kidul, Yogyakarta
Foto: Danone
Pertanian di Gunung Kidul, Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggencarkan pembangunan dam parit dan perpompaan guna mengoptimalkan lahan kering menjadi lahan produktif, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan.

Wakil Bupati Gunung Kidul Heri Susanto mengatakan pada masa pandemi ini, pertanian menjadi salah satu sektor yang perkembangannya membaik dan positif bagi perekonomian di Kabupaten Gunung Kidul.

"Pada tahun ini, Gunung Kidul mendapatkan 40 paket program pertanian dari pemerintah pusat yang terdiri dari 12 damparit, 19 pompa, satu perpipaan, tiga sumur dan lima perpompaan," kata Heri.

Ia mengatakan dirinya telah meresmikan perpompaan dalam rangka optimalisasi lahan kering di Kelompok Tani Ngudi Mulyo dan Sumber Mulyo, Kecamatan Patuk.

Untuk Kelompok Tani Sumber Mulyo meresmikan perpompaan besar yang mengairi 25 hektare lahan pertanian yang akan digunakan untuk tanaman padi pada masa tanam pertama (MTI), MT II padi dan MT III untuk tanaman hortikultura dan palawija.

Selanjutnya, Kelompok Tani Ngudi Mulyo meresmikan dam parit yang mengairi 25 hektare untuk mendukung MT I tanaman padi, MT II padi dan MT III palawija atau padi.

Heri mengatakan bahwa Gunung Kidul memiliki potensi yang sangat luar biasa di bidang pertanian bahkan pada musim kemarau saat ini bisa panen beberapa komoditas tanaman salah satunya bawang merah.

"Kita sudah mencoba menggali potensi alam,upaya kita untuk bisa memastikan bahwa potensi potensi yang ada di Gunung Kidul ini bisa kita lihat lebih dekat sehingga nanti bisa kita upayakan untuk peningkatan produktivitasnya salah satunya di lokasi ini tambahan lima hektare benih jagung karna saya pikir cukup representatif karena airnya cukup bagus," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto mengharapkan optimalisasi lahan bisa dimanfaatkan dengan baik dan terus berlanjut. "Bisa dikatakan sukses kalau 10 tahun lagi keadaannya masih seperti ini, air melimpah, panen juga melimpah. Itu baru sukses," kata Sugeng.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement