Warga Wonosobo Diminta Waspada Upaya Kaburkan Sejarah Bangsa

Red: Fernan Rahadi

Situs yang menyerukan radikalisme. Ilustrasi
Situs yang menyerukan radikalisme. Ilustrasi | Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Tanggal 1 Oktober yang selalu diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila mestinya menjadi momentum yang tepat untuk meneguhkan semangat Pancasila. Lembar sejarah membuktikan Pancasila dengan kesaktiannya mampu membawa bangsa melewati berbagai tantangan yang seringkali muncul. Kini kesaktian Pancasila kembali diuji. Bukan lagi oleh ideologi komunisme, melainkan oleh masuknya ideologi transnasional yang merongrong kedaulatan Pancasila.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid,  menyoroti fenomena masuknya ideologi transnasional ini sebagai hal yang memilukan. Hal ini dikarenakan ideologi transnasional tersebut kerap membawa paham ekstrem yang bertentangan dengan Pancasila, mirisnya lagi saat ini kelompok radikal dan intoleran berusaha menyusupi generasi muda dengan cara mengaburkan fakta sejarah bangsa Indonesia.

"Kaum radikal dan intoleran kerap berusaha menghilangkan atau mengaburkan sejarah bangsa ini agar para pemuda Indonesia ini tidak punya kebanggaan terhadap bangsanya," ujarnya dalam acara "Dialog Kebangsaan: Peringatan Hari Kesaktian Pancasila" yang berlangsung di pendopo Kabupaten Wonosobo, beberapa waktu lalu.

Di hadapan sekitar 40 audiens dari perwakilan berbagai kalangan lapisan masyarakat dan organisasi  yang ada di Wonosobo, Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid menyampaikan bahayanya paham radikalisme yang selama ini memfitnah agama dengan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan suri tauladan ajaran agama dan kitab-Nya.

"Radikalisme dan ekstremisme yang mengatasnamakan agama adalah paham yang dibangun diatas manipulasi dan distorsi agama, sehingga akar masalahnya adalah agama. Yaitu agama yang dipahami secara menyimpang," jelas mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus)88/Anti Teror Polri ini

Oleh sebab itu alumni Akpol tahun 1989 ini berharap, melalui acara ini warga Wonosobo mendapatkan imunitas dari segala paparan paham radikal terorisme baik yang dilakukan melalui dunia maya maupun secara langsung.

"Harapan saya masyarakat Wonosobo dapat ikut menggerakkan,, dapat ikut meresonansi, memberi contoh kepada masyarakat daerah lain agar mencintai toleransi, mencintai NKRI, merayakan keragaman dan perbedaan yang menjadi sunatullah dan menjadi bagian dari bangsa Indonesia," tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut yakni dai milenial, Habib Husein Jafar yang ikut memberikan tausiyahnya mengenai bagaimana hidup dalam keberagaman dan membangun toleransi antar umat beragama sebagai masayarakat sebuah bangsa.

"Menjaga perdamaian bukan tugas TNI, Polri, atau BNPT saja, karena akan percuma saja dibbuatkan hukum sehebat apapun jika imajinasinya bukan Indonesia (yang bersatu dalam keberagaman) maka sampai kapanpun tidak akan selesai masalah perpecahan ini," ujar Habib Husein.

Ia melanjutkan, toleransi dan keberagaman yang telah terbentuk di Kabupaten Wonosobo ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kota lainnya dan bagi Indonesia untuk dapat disebarkan ke tempat lain terutama para pemuda. Karnea para pemuda dinilainya memiliki peran penting di masa mendatang untuk dapat menyebarkan nilai toleransi kepada sesama.

"Peran utama ada pada pemuda. Karena kita akan menghadapi bonus demografi pada 2030 karena itu kita butuh duta-duta dari anak muda itu sendiri untuk berbicara kepada anak muda dengan style anak muda,l dengan cara komunikasi anak muda. Dan tantangannya adalah bagaimana membentuk generasi muda yang bukan hanya toleran, tapi mampu menyebarkan nilai toleransi kepada sesama," ucapnnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, turut mengapresiasi acara ini sebagai upaya vaksinasi ideologi bagi warga Wonosobo dari virus-virus radikal dan intoleransi yang berupaya memecah belah bangsa.

"Sampai hari ini semua umat beragama di Wonosobo hidup nyaman penuh dengan toleransi dan harus kita jaga namun demkian apakah situasi dan kondisi ini harus kita diamkan? tentu tidak. Kita tetap waspada karena kapanpun virus itu bisa muncul. Oleh sebab itu vaksinasi ideologi yang diberikan oleh BNPT dan Habib Husein Insya Allah akan memberikan kekebalan dan herd immunity bagi warga Kabupaten Wonosobo," katanya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...

Terkait


BNPT Siap Fasilitasi Pihak tak Percaya Terorisme ke Lapas

TNI AL dan Masjid Istiqlal Kerja Sama Antisipasi Radikalisme

Memahami Dinamika Radikalis di Indonesia

BNPT Turut Amankan Jalannya PON Papua

Kepala BNPT Berkomitmen Kawal PON XX dari Gangguan Keamanan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark