Selasa 12 Oct 2021 23:38 WIB

UMY Tuan Rumah Musyawarah ke-19 BKS-TM

Musyawarah BKS-TM membuat program studi teknik mesin di Indonesia lebih baik lagi.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin
UMY Tuan Rumah Musyawarah ke-19 BKS-TM (ilustrasi).
Foto: Wahyu Suryana.
UMY Tuan Rumah Musyawarah ke-19 BKS-TM (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) jadi tuan rumah musyawarah Badan Kerja Sama Teknik Mesin-Indonesia (BKS-TM). Kegiatan ini turut diikuti secara daring melalui kanal Zoom Meeting peserta-peserta musyawarah BKS-TM.

Sekjen BKS-TM, Prof Ario Sunar Baskoro mengatakan, ini merupakan kegiatan rutin tahunan BKS-TM yang selalu diadakan di setiap Oktober. Namun, karena pandemi, musyawarah yang seharusnya diadakan pada 2020 baru bisa diadakan tahun ini.

Ia berharap, dengan adanya musyawarah BKS-TM membuat program studi teknik mesin di Indonesia lebih baik lagi. Serta, menghasilkan inovasi berkelanjutan untuk menghasilkan sumber daya yang mumpuni, sehingga meningkatkan pula kualitas.

"Menjadikan kualitas program studi teknik mesin yang semakin berkualitas pada era disruptif," kata Ario, Selasa (12/10).

Kaprodi Teknik Mesin UMY dan Ketua Pelaksana Musyawarah BKS-TM ke-19, Ir Berli Paripurna Kamiel menuturkan, BKS-TM ada sebagai suatu wadah membangun relasi. Serta, kerja sama antara sesama prodi teknik mesin di seluruh perguruan tinggi.

Ia menekankan, BKS-TM hadir dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta bersama untuk menciptakan solusi menjawab tantangan teknologi. Karenanya, Berli berharap, pandemi tidak mengurangi esensi musyawarah ini.

"Meski BKS-TM diadakan secara daring karena pandemi, kami harap tidak kurangi semangat kita memberi kontribusi memajukan kualitas pendidikan teknik mesin di Indonesia," ujar Berli.

Rektor UMY, Dr Gunawan Budiyanto berharap, musyawarah bisa menghasilkan solusi konkrit untuk permasalahan yang dihadapi masyarakat. Serta, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, sebuah solusi konkret yang dihadapi masyarakat.

"Terutama, dalam permasalahan pada era revolusi industri ini," kata Gunawan.

Musyawarah BKS-TM diikuti 230 peserta dari seluruh Indonesia. Selain musyawarah kegiatan BKS-TM dilanjutkan dengan kegiatan lainnya pada 13-14 Oktober 2021 yaitu seminar nasional dan perlombaan rancang bangun mesin tingkat nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement