Solo Lanjutkan PTM Meski Muncul Klaster di Sejumlah SD

Red: Andri Saubani

Petugas kesehatan melakukan tes usap antigen kepada siswa di SDN 40 Laweyan Solo, Jawa Tengah, Senin (27/9/2021). Tes usap yang diikuti 117 siswa dan belasan guru sekolah setempat dilakukan usai orang tua murid memberikan laporan bahwa ada beberapa guru setempat yang tidak memakai masker saat pembelajaran tatap muka (PTM).
Petugas kesehatan melakukan tes usap antigen kepada siswa di SDN 40 Laweyan Solo, Jawa Tengah, Senin (27/9/2021). Tes usap yang diikuti 117 siswa dan belasan guru sekolah setempat dilakukan usai orang tua murid memberikan laporan bahwa ada beberapa guru setempat yang tidak memakai masker saat pembelajaran tatap muka (PTM). | Foto: ANTARA/Maulana Surya

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Meskipun, kini muncul klaster Covid-19 di sejumlah sekolah dasar di Solo.

"Kami berharap PTM tidak berhenti, namun ada evaluasi jangan sampai ada korban yang terpapar hingga fatal," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani pada jumpa pers hasil kegiatan surveilans atau pengamatan Covid-19 PTM terbatas di Solo, Senin (18/10).

Menurut dia, saat ini masih dilakukan evaluasi akibat munculnya klaster Covid-19 di sejumlah sekolah tersebut. "Evaluasi dulu, ini program (surveilans) dari pemerintah pusat. Kementerian Kesehatan ambil sampel di lima provinsi agar melakukan (tes acak)," katanya.

Sementara sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, dikatakannya, lima sekolah dengan kasus Covid-19 tersebut hanya diperbolehkan melangsungkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Yang terpapar PJJ dulu, dua minggu hingga satu bulan," katanya.

Baca Juga

Sementara itu, terkait dengan upaya pengendalian di sekolah-sekolah yang masih melaksanakan PTM, dikatakannya, diserahkan ke masing-masing sekolah, khususnya dari sisi kapasitas. "Mereka (sekolah) harus ketat. Ini (PTM) memang ada risikonya, harus kamikelola. Jangan sampai merugikan, makanya upaya PTM dilakukan pengendalian seketat mungkin," katanya.

Terkait hal itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memastikan pemerintah tidak akan menghambat PTM. "Kami jalan terus saja. SOP-nya kami perketat, PTM jalan terus. Jangan takut-takut," katanya.

Ia juga meminta, baik guru maupun siswa, untuk terus meningkatkan kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan. "Kita mau tidak mau berdampingan dengan Covid-19. Kesadarannya ditingkatkan. Guru-guru yang kemarin kami tegur tidak pakai masker, ya tahu dirilah. Akibatnya ya seperti itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Dindik: 45 SD di Kota Tangerang Segera Laksanakan PTM

PTM Terbatas Tingkat SD di Kota Bogor

Pemkot Surakarta Tutup 4 Sekolah Akibat Covid-19

Disdik Tanjungpinang Tambah Jam PTM Siswa PAUD-SMP

6 Strategi Agar Pembelajaraan Efektif Selama Pandemi

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark