Undip Terus Perkuat Berbagai Riset untuk Kemaslahatan

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fernan Rahadi

Salah satu gedung di Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang, Jawa Tengah.
Salah satu gedung di Universitas Diponegoro (Undip) Kota Semarang, Jawa Tengah. | Foto: Dok Undip

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Memasuki fase kelima (2020-2024) menuju Universitas Riset Unggul, Universitas Diponegoro (Undip) terus menguatkan berbagai riset yang memberi kemaslahatan bagi masyarakat luas.

Untuk itu, Undip membuka dan memberikan kesempatan belajar yang luas bagi civitas akademica guna meningkatkan kualitas SDM sekaligus juga menyediakan dana penelitian bagi pengembangan riset.

"Termasuk juga mendukung program One Professor One Candidate (OPOC)," ungkap Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama dalam rilis yang diterima //Republika//, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/10).

Rektor menegaskan, dalam upaya penguatan sebagai universitas riset, Undip mendukung semua kegiatan riset yang dilakukan oleh civitas akademica Undip, baik melalui dana yang bersumber dari APBN, kerja sama, maupun dana mandiri Undip.

Terkait dengan dana riset yang diupayakan secara mandiri, ke depan Undip juga berkomitmen harus mampu membiayai berbagai kebutuhan riset dan penelitiannya sendiri.

Tak hanya dalam hal penguatan riset, masih jelas Yos Johan, bidang pengabdian kepada masyarakat juga tidak luput dari konsentrasi penguatan Undip di fase kelima menuju Universitas Riset unggul.

Hal ini diwujudkan melalui peningkatan alokasi anggaran bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh Undip dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sebagai gambaran, dari kerja sama untuk pengabdian masyarakat pada tahun 2017 yang besarnya masih berkisar Rp 3,952 miliar, pada tahun 2021 ini sudah jauh meningkat menjadi Rp 10,942 miliar.

"Sehingga, secara keseluruhan dana untuk pengabdian kepada masyarakat yang sudah digelontorkan oleh Undip sampai dengan tahun 2021 ini telah mencapai Rp 15,765 miliar," katanya.

Melalui berbagai kiat yang telah dilakukan oleh segenap civitas akademica Undip, lanjutnya, tentu memiliki dampak yang positif dalam mendukung komitmen Undip sebagai Universitas Riset Unggul.

Yang terbaru, berdasarkan capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi di lingkungan Dirjen Dikti Kemendikbudristek Tahun 2020/ 2021, Undip berada di peringkat kedua nasional.

Dalam konteks ini, Undip mendapatkan poin pencapaian 70 serta poin pertumbuhan 619 untuk berada pada posisi tinggi 10 persen dan mendapatkan insentif sebesar Rp 16 miliar.

"Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Diponegoro terbukti mampu melaksanakan tata kelola dengan berbasis pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat," kata Yos Johan.

Sementara itu, masih dalam rangka fase ke-5 penguatan sebagai universitas riset unggul, Undip juga terus mencetak Guru Besar. Yang terbaru, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Undip telah menggelar pengukuhan empat Guru Besar.

Keempat Guru Besar tersebut, masing- masing Prof Turrini Yudiarti dari Fakultas Peternakan dan Pertanian serta tiga Guru Besar dari Fakultas Teknik, yakni Prof Aji Prasetyaningrum, Prof Dyah Hesti Wardhani, serta Prof Wiwandari Handayani.

 

 

 

Terkait


Dies Natalis, Undip Terus Kukuhkan sebagai Universitas Riset

Undip Semarang Kembangkan Generator Ozon Medis

Mahasiswa Undip Penelitian di BUMMas Binaan Rumah Zakat

OJK dan Undip Luncurkan Program Magister Manajemen Risiko

Mahasiswa Undip 2021 Kenalkan Sistem Peradilan Elektronik

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark