Senin 01 Nov 2021 19:44 WIB

Menengok Griya Lansia Husnul Khatimah Tempat Nenek Trimah

Perempuan berusia 66 tahun ini diserahkan oleh tiga anaknya yang berdomisili.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Ibu Trimah (65) dititipkan ketiga anak kandungnya kepada Panti Jompo di Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kabar itu viral setelah surat pernyataan ketiga anaknya untuk menitipkan ibunya ke panti jompo tersebar di dunia maya.
Foto: Foto: Facebook/Arif Camra
Ibu Trimah (65) dititipkan ketiga anak kandungnya kepada Panti Jompo di Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kabar itu viral setelah surat pernyataan ketiga anaknya untuk menitipkan ibunya ke panti jompo tersebar di dunia maya.

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Suasana tentram begitu terasa saat menginjakkan kaki di Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Lokasi yang jauh dari keramaian membuatnya terasa menenangkan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Griya Lansia Husnul Khatimah termasuk salah satu panti jompo yang sempat viral di media sosial. Hal ini tak lepas dari keberadaan nenek Trimah asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Perempuan berusia 66 tahun ini diserahkan oleh tiga anaknya yang berdomisili di Pekalongan, Jateng dan Jakarta.

Sebelum menetap di Griya Lansia Husnul Khatimah, Trimah sempat tinggal di rumah adiknya di wilayah Jakarta selama setahun. Bersamaan itu pula, Trimah mengalami stroke sehingga tidak bisa berjalan. "Jadi sudah satu tahun stroke sakitnya," ucap perempuan berhijab ini saat ditemui wartawan di Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang, Senin (1/11).

Trimah mengaku sudah merasa nyaman tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Dia bersama puluhan lansia lainnya bisa melakukan berbagai aktivitas.  Dalam hal ini termasuk kegiatan beribadah yang diajarkan oleh pengelola griya. 

Meskipun sudah merasa betah, Trimah masih merasa rindu dengan tiga anak dan delapan cucunya. Dia juga berharap anak dan cucunya tetap mengingat dirinya sebagai orang tua. Hanya itu yang Trimah ucapkan sebagai harapan sederhananya untuk keluarga. 

Penanggung Jawab Griya Lansia Husnul Khatimah, Nurhadi Rahmat menjelaskan, tempatnya sudah melayani para lansia sejak dua tahun lalu. Griya Lansia Husnul Khatimah setidaknya bisa melayani lansia hingga 60 orang. Namun untuk saat ini bangunan griya dihuni oleh 56 orang lansia. 

Menurut Nurhadi, sebagian besar lansia yang dirawat di tempatnya merupakan orang yang tidak memiliki keluarga dan terlantar. Kemudian ada juga lansia yang diserahkan oleh keluarga seperti yang dialami Nenek Trimah dan beberapa orang lainnya.

Untuk bisa mendapatkan layanan di Griya Lansia Husnul Khatimah, para lansia harus dipastikan bukan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Kemudian orang tersebut juga termasuk sebagai kelompok yang ditelantarkan oleh keluarganya. "Dan panti kami bukan panti komersial, gratis 100 persen. Jadi kiriman harus ada surat keterangan RT RW setempat bahwa benar-benar terlantar," jelasnya.

Selain orang tua yang terlantar, Griya Lansia Husnul Khatimah masih bisa menerima lansia yang keluarganya sibuk. Bisa juga karena kondisi ekonominya sulit sehingga terpaksa menyerahkan orang tuanya ke griya. Meskipun demikian, pihaknya tetap tidak memungut biaya apapun dari keluarga para lansia. 

Menurut Nurhadi, pihaknya memang sengaja tidak memungut biaya untuk perawatan lansia. Pasalnya, sudah ada donasi dari publik sebagai pembiayaan perawatan sehari-hari. Griya Lansia Husnul Khatimah rata-rata harus mengeluarkan Rp 60 juta per bulan untuk perawatan lansia. 

Besaran Rp 60 juta belum termasuk anggaran perawatan sejumlah sarana di griya. Dalam hal ini seperti 18 kamar, tiga bangsal, area taman dan honor para perawat. Saat ini setidaknya ada empat perawat yang bertugas melayani para lansia di tempat.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement