Pemkot Malang Dukung Penguatan Digitalisasi Pembayaran

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Pembeli bertransaksi nontunai melalui QRIS. Pemerintah melalui Bank Indonesia terus menggencarkan sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, khususnya bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang dan pelaku UMKM.
Pembeli bertransaksi nontunai melalui QRIS. Pemerintah melalui Bank Indonesia terus menggencarkan sistem pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, khususnya bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang dan pelaku UMKM. | Foto: ANTARA/Galih Pradipta

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, mendukung penguatan digitalisasi pembayaran melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hal ini diungkapkan Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menghadiri pembukaan Seminar Hybrid Bank Indonesia (BI) “Bangga Wisata Indonesia” Perluasan Penggunaan QRIS untuk Mendukung Optimisme Pemulihan Sektor Pariwisata, Malang, Selasa (16/11).

Sutiaji pada dasarnya mengapresiasi upaya BI dalam menguatkan digitalisasi pembayaran melalui QRIS dalam rangka mendukung pemulihan pariwisata. Langkah ini akan sangat membantu pariwisata di Kota Malang ke depannya. "Yang kemudian membantu pertumbuhan perekonomian di Bumi Arema yang kita cintai khususnya dan di Indonesia," katanya.

Menurut dia, kolaborasi pariwisata yang terbangun di Malang Raya tidak lepas dari sinergi tiga daerah. Apalagi kolaborasi ini juga didukung peran serta perbankan seperti BI. Dengan demikian, kekuatan besar tersebut bisa dibangun secara bersama-sama.

Selanjutnya, Sutiaji ikut melakukan prosesi launching program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) untuk Kota Malang. Kota Malang sendiri menjadi salah satu kota pilot project dari program BI tersebut. Menurut dia, keberadaan QRIS menjadi model pembayaran yang efisien dan efektif dan sesuai dengan kondisi di masa pandemi Covid-19.

Pada kesempatan ini, hadir Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, yang juga ikut menanggapi upaya digitalisasi pembayaran ini. Mengenai QRIS, Emil meyakini bahwa Jatim siap untuk menerapkannya. Apalagi wali kota Malang sudah mendorong pasar-pasar di Kota Malang untuk mengadposi QRIS.

Emil berharap agar sektor pariwisata bisa segera pulih berseiring dengan pemulihan di sektor ekonomi. “Mudah-mudahan wisata di Malang Raya ini bisa segera pulih. Mudah-mudahan ekonomi Malang makin bergerak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jatim, Budi Hanoto dalam sambutannya menyatakan, BI bersama stakeholder secara konsisten dan berkelanjutan berupaya terus mengembangkan sistem pembayaran QRIS. Berbagai kebijakan dilakukan oleh BI sebagai wujud komitmen untuk mengakselerasi perkembangan sistem pembayaran itu.

Sinergi dan kolaborasi merupakan kata kunci dari keberhasilan tersebut.  "Khususnya di Provinsi Jatim, kami mohon dukungan pemerintah daerah sebagai mitra kami,” kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


BI: Mayoritas Lapangan Usaha di Bali Tumbuh Negatif

Dongkrak Daya Saing Petani Cikidang dengan Ekspor 

BI: Utang Luar Negeri RI Capai Rp 423,1 Miliar Dolar AS

Curhat Menkeu: Publik Lebih Suka Bicarakan Utang dan Pajak

Utang Luar Negeri Tembus Rp 6.000 T, BI: Tetap Terkendali

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark