Selasa 23 Nov 2021 16:37 WIB

PLN Antisipasi Gangguan Petir di Madura

Petir menjadi faktor alam yang penting mendapat perhatian terhadap keandalan pasokan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas melakukan pengecekan kelistrikan di Gardu Induk.
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Petugas melakukan pengecekan kelistrikan di Gardu Induk.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebagai upaya mewaspadai intensitas petir yang tinggi, Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik melakukan pembaharuan kawat baja pertahanan tower atau Ground Steel Wire (GSW) di Madura. Berdasarkan data BMKG, Madura menunjukkan indikator warna hijau yang menyatakan intensitas petir di wilayah tersebut mencapai 15 ribu hingga 30 ribu kali dalam sebulan.

“Petir menjadi faktor alam yang penting untuk mendapat perhatian terhadap keandalan pasokan. Sehingga untuk mengatasinya diperlukan respon cepat agar gangguan tersebut tidak perlu terjadi yang dapat menimbulkan gangguan," ujar General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Suroso, Selasa (23/11).

Lebih lanjut dijelaskan, GSW adalah kawat yang dipasang pada ujung paling atas tower transmisi untuk melindungi kawat-kawat penghantar atau kawat fasa dari sambaran petir. Pembaharuan kawat GSW bertujuan mengoptimalkan fungsi kawat GSW untuk melindungi tower dari sambaran petir dan untuk meminimalisir gangguan akibat sambaran petir yang berakibat pada keandalan sistem tenaga listrik.

Pembaharuan GSW dilakukan di seluruh jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV di Pulau Madura, yang berjumlah kurang lebih 374 tower. Meliputi Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Pengerjaan dilakukan sejak awal tahun, dan saat ini telah mencapai 62 persen. Pengerjaan ditargetkan selesai pada Juli 2022.

“Pembaharuan kawat GSW dilakukan pada sekitar kurang lebih 374 tower transmisi, antara lain SUTT 150 kV Bangkalan - Sampang sejumlah 155 tower, SUTT 150 kV Sampang - Pamekasan sejumlah 79 tower , SUTT 150 kV Pamekasan - Sumenep sejumlah 85 tower, dan SUTT 150 kV Sampang - Sumenep sejumlah 55 tower," kata dia.

Suroso mengingatkan dukungan penuh dari masyrakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Madura. "Untuk ikut menjaga keandalan listrik dengan tidak bermain layang-layang di sekitar tower transmisi SUTT atau SUTET untuk menghindari layangan tersangkut pada transmisi dan menimbulkan gangguan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement