Kamis 25 Nov 2021 16:39 WIB

'Pendekatan Hybrid Learning Bantu Guru-Siswa dalam KBM'

Akun Quipper dilengkapi fitur pencarian yang memudahkan siswa mencari yang dibutuhkan

Perusahaan teknologi pendidikan (edtech) Quipper mendukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mengoptimalkan pembelajaran pada pelaksanaan sekolah tatap muka (PTM) terbatas.
Foto: dokpri
Perusahaan teknologi pendidikan (edtech) Quipper mendukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam mengoptimalkan pembelajaran pada pelaksanaan sekolah tatap muka (PTM) terbatas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi pendidikan (edtech) Quipper mendukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudrstek) dalam mengoptimalkan pembelajaran pada pelaksanaan sekolah tatap muka (PTM) terbatas. Beberapa implementasi pembelajaran oleh sekolah di Indonesia saat ini tengah dilakukan secara daring, tatap muka, serta gabungan dari keduanya yang kerap disebut sebagai hybrid learning. 

Business Strategy and Growth Senior Manager Quipper Indonesia, Ruth Ayu Hapsari, menuturkan tren pembelajaran digital telah terjadi sejak era 3.0 dan terus berkembang hingga sekarang. Dengan membaiknya keadaan pandemi yang memungkinkan semakin banyak sekolah dapat melakukan PTM, sekolah dapat mengimplementasikan model hybrid learning sebagai solusi untuk menunjang kegiatan PTM secara optimal.

"Kami optimistis bahwa ada kemungkinan pembelajaran campuran atau hybrid learning tidak hanya relevan pada saat PTM terbatas berlangsung, tapi bisa akan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan di masa yang akan datang. Hanya perlu ditekankan bahwa solusi dan teknologi yang digunakan adalah tepat serta sehingga kebutuhan guru dan siswa dapat terus terpenuhi," tutur Ayu dalam media briefing di bilangan Thamrin, Rabu (24/11).

Implementasi hybrid learning dapat didukung oleh platform yang terintegrasi, mudah digunakan, serta bisa disesuaikan dengan kebutuhan baik untuk siswa maupun guru. Melalui layanan Quipper Video dan Quipper School Premium (QSP), siswa dan guru dapat menggunakan berbagai fitur yang memberikan kenyamanan dan kemudahan belajar. Dari sisi siswa, sebagai salah satu upaya untuk memperlancar proses belajar mandiri mereka selama kegiatan belajar mengajar (KBM) campuran, akun Quipper belajar mereka telah dilengkapi dengan fitur Pencarian (Search) yang memudahkan siswa menemukan materi yang dibutuhkan, baik video maupun latihan soal; fitur Rekomendasi Topik yang memberikan masukan untuk materi belajar siswa sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikannya; dan fitur Prestasi Belajar (Learning Achievement) yang memberikan laporan mingguan untuk progres belajar siswa, sekaligus arahan untuk menguasai materi yang belum selesai dipelajari.

Untuk guru, Quipper menghadirkan layanan Quipper School Premium, sebuah Learning Management System (LMS) yang menghadirkan solusi terpadu agar KBM dapat berjalan optimal, baik pada saat pembelajaran jarak jauh maupun PTM terbatas.

Pada awal penerapan PJJ, Quipper School Premium memungkinkan guru mengunggah materi dan pemberian tugas belajar, melakukan ujian dan penilaian otomatis, memantau aktivitas belajar serta pencapaian siswa secara real-time dan otomatis, hingga pertemuan daring melalui Zoom yang terintegrasi dengan sistem kami,” jelas Ayu. 

“Sementara itu, pada saat PTM, layanan QSP memudahkan guru dalam pemantapan penguasaan materi melalui puluhan ribu materi dan video pembelajaran, pemanfaatan waktu di kelas dengan efektif, dan mempersiapkan siswa hadapi Asesmen Nasional maupun SBMPTN lewat konten soal intensif dan tryout," kata Ayu.

Pada kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Bidang Peserta Didik Direktorat SMA, Ditjen Dikdasmen, Kemendikbudristek, Juandanilsyah  menjelaskan bahwa hybrid learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka untuk menghindari learning loss. 

"Pemerintah berupaya untuk membantu efektifitas hybrid learning di sekolah-sekolah melalui berbagai program seperti relaksasi dana BOS yang dapat digunakan oleh sekolah untuk mengatur proses pembelajaran, kegiatan guru berbagi untuk meningkatkan keterampilan para guru, pembagian kuota internet untuk belajar, guru kunjung di daerah-daerah terpencil hingga bantuan peralatan TIK ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia," katanya.

Juandanilsyah juga menyampaikan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hybrid learning yang kondusif, peran orang tua, sekolah dan masyarakat itu sendiri sangat diperlukan untuk memaksimalkan pembentukan karakter dan kepribadian anak secara maksimal. 

"Selain orang tua, sekolah dan masyarakat, pihak-pihak swasta juga memiliki peran penting dalam kegiatan KBM, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta akan menciptakan ekosistem hybrid learning yang lebih baik untuk dunia pendidikan, sehingga generasi penerus bangsa dapat menjadi cerdas dan sehat walau dalam kondisi pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Kusnadi, menuturkan, dengan adanya dukungan pelatihan dan pendampingan berkala dari Quipper School Premium, sekolah dapat menerapkan hybrid learning secara penuh dan mendapat manfaat nyata. "Berkat pelatihan berkala dari Quipper School Premium, kini sekolah dapat dengan mudah memantau aktivitas mengajar guru dan belajar siswa. Kami juga melihat adanya peningkatan kemampuan teknologi bapak dan ibu guru," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement