Covid Melandai, Banyumas Naikkan Target PAD 2022

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq

Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) | Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) untuk 2022 menjadi Rp 854,988 miliar. Kebijakan itu seiring dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto menjelaskan, target PAD 2021 sebelumnya diturunkan karena kondisi ekonomi nasional yang masih lesu akibat pandemi, dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Waktu 2020 target ditingkatkan dari 2019, kemudian terjadi pandemi dan ternyata berat di tahun lalu. Pada 2021 sempat ada optimisme, tapi ada PPKM sehingga harus diturunkan targetnya," ujar Eko Prijanto, Selasa (30/11).

Dalam laporan penyampaian Rancangan Perubahan APBD tahun anggaran 2021 oleh Bupati Banyumas Achmad Husein kepada DPRD setempat, dalam rapat paripurna pada Selasa (14/9) lalu, target PAD diturunkan.

Sebelum perubahan, PAD 2021 ditargetkan sekitar Rp 754,9 miliar, kemudian diturunkan menjadi Rp 683,7 miliar. Adapun 2021 ini realisasinya justru melampaui target, yakni Rp 895 miliar.

Menurut Bupati Banyumas, Achmad Husein, realisasi PAD 2021 termasuk yang tinggi di Provinsi Jateng selama pandemi. "PAD sekitar Rp 895 miliar. Tinggi di Jateng, tinggi banget," ujar dia.

Eko memaparkan, dari realisasi PAD tersebut, pendapatan terbesar yakni di pajak daerah senilai Rp 237 miliar. Pada 2022 ditargetkan naik menjadi Rp 339 miliar.

Menurut Eko, dalam penetapan PAD 2022, pihaknya telah berkonsultasi dengan ahli epidemiologi mengenai kondisi pandemi yang akan datang. Optimisme dari para ahli epidemiologi tersebut yang menjadi dasar untuk menggenjot perekonomian Banyumas.

"Tentunya mendengar pendapat ahli epidemiologi, sekarang kan kasusnya melandai terus dan kemungkinan 2022 membaik, sehingga ekonomi bergerak," katanya. 

 

Terkait


Menkeu: Pengalaman Covid Delta Jadi Bekal Hadapi Omicron

Belasan Covid Ditemukan, Perbatasan China-Rusia Lockdown

WHO: Belum Ada Bukti Varian Omicron Lebih Menular

Omicron, Pemerintah Tutup Pintu Masuk 11 Negara

Dugaan Kasus Covid-19 Varian Omicron Ditemukan di Jerman

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark