Viral, Warga Kota Malang Akui Buta karena Vaksin AstraZeneca

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin

Tangkapan layar warga Kota Malang yang mengaku buta setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca.
Tangkapan layar warga Kota Malang yang mengaku buta setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca. | Foto: dok. Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Sebuah unggahan di grup Facebook bernama Komunitas Peduli Malang Raya (Asli Malang) viral di lini massa. Hal ini karena pengunggah menceritakan suaminya buta setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca.

Unggahan dari akun Titik Andayani menjelaskan, suaminya buta setelah mendapatkan vaksin AstraZeneca dosis pertama pada 3 September lalu. Saat ini kesehatan suaminya sudah berangsur baik hingga 70 persen. Namun selama pengobatan berlangsung, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diklaim tidak memperdulikan masalahnya.

"Padahal saya sudah DM (pesan langsung) ke Pak Sutiaji (Wali Kota Malang) dan Ibu Widayati Sutaiji (istri Wali Kota Malang) untuk meminta bantuan," tulis Titik pada 29 November lalu.

Menurut Titik, semua hasil pemeriksaan suaminya normal dan tidak ada penyakit bawaan. Oleh karena itu, dia meminta publik bisa membagikan informasi tersebut kepada khalayak agar pemerintah bisa memberikan bantuan. Pasalnya, suaminya sejak mendapatkan vaksin belum bisa bekerja seperti biasanya.

Mendengar informasi ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif membenarkannya. "Inggih, benar. Kalau penyebabnya masih dalam pemeriksaan ahli," kata Husnul dalam pesan singkatnya kepada Republika, Rabu (1/12) malam.

Untuk keterangan lebih lanjut, Husnul belum memberikan responsnya hingga berita ini diturunkan. Dalam hal ini termasuk tindak lanjut permintaan bantuan yang diajukan oleh warga tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Nigeria Konfirmasi Kasus Pertama Omicron  

Di Balik Laju Vaksinasi yang Menunjukkan Penurunan

Minyak Goreng Jadi Penyumbang Inflasi di Kota Malang

Menag: Omicron Patut Diwaspadai Tapi Jangan Berlebihan

Mengapa Booster Vaksin Belum Etis Dilakukan Saat Ini

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark