DPR Sebut Rapat Penetapan Jadwal Pemilu Digelar Tahun Depan

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (19/10).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Selasa (19/10). | Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat permohonan rapat penetapan jadwal pemilu 2024 dari Komisi Pemilihan Umum, (KPU). Doli mengatakan rencananya agenda tersebut akan digelar tahun depan.

"Tadi kami baru rapat dan merencanakan nanti akan menggelar raker komisi II dengan Mendagri dengan seluruh penyelenggara pemilu nanti masa sidang setelah reses," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12).

Ia menegaskan institusi lain, termasuk KPU tidak bisa mengintervensi jadwal yang telah disusun DPR. Sebab DPR telah memiliki perencanaannya sendiri.

"Jadi nggak bisa diintervensi dengan institusi yang lain, harus tanggal 7, maunya begini. Jadi tolong hormati DPR, jadi nggak bisa didikte harus tanggal 7, jadi DPR ini adalah lembaga negara yang punya agenda sendiri yang punya perencanaan sendiri," tegasnya.

Baca Juga

Selain itu dirinya juga menanggapi soal klaim KPU yang mengatakan bahwa KPU dan Pemerintah sepakat pemilu digelar 21 Februari 2024. Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menganggap pernyataan KPU itu bukanlah pernyataan resmi.

"Jadi kalau ada perubahan tanggal dan kesepakatan itu kami nggak tahu antara siapa dengan siapa, dan kalau ada kesepakatan, patokan dari Komisi II adalah formal, itu kayak kemarin, disampaikan ke publik oleh pemerintah atau mendagri datang atas nama pemerintah menyampaikan ke Komisi II. Jadi kalau ada kesepakatan yang tidak tertulis dan formal kepada kami, ya kami belum anggap itu kesepakatan," tegasnya.

Sebelumnya Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan KPU telah mengirimkan surat permohonan konsultasi dalam forum RDP untuk membahas rancangan Peraturan KPU tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilu 2024. Ia mengatakan surat tersebut sudah diterima staf Setjen DPR RI.

"Dalam surat tersebut KPU berharap RDP bisa dilaksanakan tanggal 7 Desember atau setidak-tidaknya sebelum memasuki masa reses, menyesuaikan dengan agenda Kemendagri dan Komisi II DPR," kata Pramono, Selasa (30/11) lalu.

Pramono juga menyebut bahwa KPU telah mendengar masukan dari banyak pihak terkait jadwal pemilu 2024. Dirinya  mengaku bersyukur lantaran usulan KPU  yang menjadwalkan pemilu 2024 digelar 21 Februari diterima semua pihak.

"Syukurnya, semua pihak pada akhirnya melihat bahwa tanggal yang diajukan oleh KPU (21 Februari 2024) merupakan pilihan paling tepat," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Refly Harun Serukan Tolak Ambang Batas Calon Presiden

Pemerintah Klaim tak Sulit Perbaiki UU Cipta Kerja

DPR Kaji Kembali UU Cipta Kerja Pasca-Putusan MK

KPU Condong Model Pemilu Serentak Nasional dan Lokal

Komisi IX Siap Fasilitasi Dialog Soal Rendahnya UMP 2022

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark