Bupati Lumajang: Area Terdampak Letusan Semeru Bukan Tempat Wisata

Red: Esthi Maharani

Warga membawa perabotan rumah tangga yang bisa diselamatkan di rumahnya yang hancur akibat guguran awan panas saat erupsi Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12).  Sejumlah warga mengaku setiap pagi hari setelah erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12), mulai mengevakuasi perabotan rumah tangga untuk di bawa ke tempat sementara karena khawatir terjadi kehilangan harta benda saat ditinggal mengungsi.Republika/Thoudy Badai
Warga membawa perabotan rumah tangga yang bisa diselamatkan di rumahnya yang hancur akibat guguran awan panas saat erupsi Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12). Sejumlah warga mengaku setiap pagi hari setelah erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12), mulai mengevakuasi perabotan rumah tangga untuk di bawa ke tempat sementara karena khawatir terjadi kehilangan harta benda saat ditinggal mengungsi.Republika/Thoudy Badai | Foto: Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Bupati Lumajang Thoriqul Haq menegaskan bahwa area terdampak letusan Gunung Semeru bukan merupakan tempat wisata. Ia pun dengan tegas meminta masyarakat untuk tidak mendekat ke wilayah tersebut.

Ia mengatakan bahwa masyarakat berfoto atau mengabadikan momen di area terdampak letusan Gunung Semeru hanya akan menghambat proses evakuasi.

"Soal yang ingin foto-foto, jeprat-jepret, sudah. Bukan waktunya sekarang. Ini bukan tontonan, bukan tempat wisata," kata Thoriq, sapaan akrabnya.

Thoriq menjelaskan, dengan banyaknya aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pada area terdampak letusan Gunung Semeru, akan menyebabkan alat transportasi pengangkut bantuan terhambat. Menurutnya, bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk warga terdampak letusan Gunung Semeru, bisa memanfaatkan posko-posko yang ada.

Saat ini, di wilayah Kecamatan Pronojiwo, sudah banyak posko yang berdiri dan bisa menerima bantuan.

"Kendala itu banyak orang ke sana, termasuk mobil-mobil yang ke atas. Itu yang membuat masalah," ujarnya.

Dalam upaya untuk mengurangi aktivitas masyarakat di area terdampat, personel Satbrimob Polda Jawa Timur melakukan penyekatan. Penyekatan dilakukan untuk mencegah pihak-pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalam lokasi bencana.

Selain warga setempat, petugas, TNI-Polri dan relawan dilarang masuk dan mendekat ke lokasi bencana. Hanya pihak-pihak yang melakukan penanganan bencana yang diperbolehkan masuk ke wilayah terdampak. Ada dua titik penyekatan yang dilakukan oleh personel Satbrimob Polda Jawa Timur, yakni di Depan Balai Desa Supiturang dan perempatan Tugu Pancasila.

Berdasarkan pantauan ANTARA, titik terdampak paling parah di kawasan Umbulan, Dusun Sumbersari, banyak didatangi warga luar kawasan. Warga dari luar wilayah itu, banyak yang melakukan swafoto atau melakukan siaran langsung menggunakan akun media sosial.

Kawasan Umbulan di Dusun Sumbersari terdampak letusan Gunung Semeru cukup parah. Tercatat ada 20 hektare lahan pertanian yang rusak dan puluhan rumah mengalami rusak berat. Selain itu, ratusan warga juga harus mengungsi akibat bencana tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Luas Lahan Perhutani Terdampak Semeru Lebih dari 5.000 Hektare

Komunitas Aku Badut Indonesia Hibur Anak Pengungsi Semeru

Tim PUPR Mulai Ambil Sampel Tanah di Jembatan Gladak Perak

Fakultas Kedokteran Unisba Kirimkan Relawan ke Bencana Semeru

Tidak Ada Awan Panas Guguran di Semeru Hingga Tadi Siang

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark