'Film Olahraga Bisa Bangkitkan Nasionalisme dan Promosikan Daerah'

Red: Fernan Rahadi

Diskusi Panel bertema Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Disrupsi yang digelar Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), Kamis (9/13).
Diskusi Panel bertema Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Disrupsi yang digelar Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), Kamis (9/13). | Foto: dokpri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film bertema olahraga yang mengangkat patriotisme atlet dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan anak-anak dan generasi muda. Selain itu, jika dikemas dengan baik, juga bisa menjadi sarana untuk mempromosikan daerah.

"Film olahraga bisa bangkitkan nasionalisme, membangun gairah cinta Indonesia," ujar Produser Alenia Pictures, Ari Sihasale saat Diskusi Panel bertema Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Disrupsi yang digelar Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK), Kamis (9/13).

Film King yang digarap Alenia Pictures dan didukung Djarum Foundation dekade lalu, terbukti mendapat perhatian luas dari banyak kalangan. Kegitan nobar digelar digelar dimana-mana, bahkan sampai ke Australia dan menggugah rasa nasionalisme WNI yang tinggal di sana. Hal ini juga membuktikan bahwa film olahraga mampu berfungsi sebagai sport diplomacy.

Selain itu, lanjut Ale, film juga bisa menjadi sarana mempromosikan daerah dan potensinya, terutama destinsi wisata. Saat menggarap film King misalnya, Ale mencontohkan, syuting juga dilakukan di daerah Ijen, Banyuwangi yang merupakan asal pebulutngkis Liew Swie King.

Bersama LPDUK, Alenia Pictures ingin menghadirkan banyak film bertema olahraga. "Tahun depan, tunggu hadirnya film bertema olahraga dari kami bersama LPDUK," kata Ale.

Pakar Olahraga yang menjadi Panelia Diskusi ini, Bidawi Hasyim mengatakan, kehadiran film olahraga juga berpotensi menjadi pendorong minat anak untuk berolahraga. Apalagi, anak-anak sekarang suka lihat video. Usia tiga tahun sudah nonton Youtube. Sehingga media film lebih memiliki dampak luar biasa daripada buku.

Kemajuan teknologi juga membuat kehadiran film olahraga bisa dengan mudah dipromosikan dengan cepat dan massif.

"Sekarang ini, tidak hanya orang kota yang menikmati tayangan video (lewat di handphone-Red), smartphone juga sudah sampe ke pelosok desa," kata Bidawi.

Diskusi Panel yang di Moderatori oleh Plt Kepala Divisi Umum dan Keuangan LPDUK, Dini Desriani ini merupakan bagian dari Kegiatan FGD bertema "LPDUK Menjawab Tantangan Industri Olahraga di Era Disrupsi. Kegiatan dilakukan secara hibrid (offline dan online) dan dibuka oleh Sekretaris Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Marheni Dyah Kusumawati didampingi Plt. Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta.  Acara tersebut menghadirkan narasumber dan panelis dari berbagai bidang yang dipandu oleh Plt Kepala Divisi Keuangan dan Umum Dini Desriani.

Narasumber dan panelis tersebut adalah praktisi industri olahraga, akademisi, peneliti, pejabat Kemenpora, Sekretaris Kabinet, dan juga dari kalangan sesama BLU yaitu BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir  (LPDB) KUMKM dan BLU Lembaga Pengelola Modal dan Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


LPDUK Sinergi Kembangkan Sport Tourism di Indonesia

Soal Industri Olahraga, KONI Jajaki Kerja Sama dengan Telkom

LPDUK dan Alenia Pictures Berencana Buat Film Tema Olahraga

Kisah Nyata di Balik Film Olahraga Terkenal

Rekomendasi Film Bertema Olimpiade yang Mendebarkan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark