Polisi Tahan Tersangka Penganiaya Kucing di Tulungagung

Red: Muhammad Fakhruddin

Polisi Tahan Tersangka Penganiaya Kucing di Tulungagung (ilustrasi).
Polisi Tahan Tersangka Penganiaya Kucing di Tulungagung (ilustrasi). | Foto: daily-kos.com

REPUBLIKA.CO.ID,TULUNGAGUNG -- Aparat Kepolisian Resort Tulungagung, Jawa Timur, akhirnya menahan seorang pemuda berinisial AZI (24), pemuda asal Keamatan Gondang yang sejak dua tahun terakhir, telah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya kucing yang videonya sempat viral di media sosial.

"Kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan (Negeri Tulungagung) dan dilanjutkan ke Pengadilan Negeri Tulungagung sejak Rabu (16/12)," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo di Tulungagung, Jumat (17/12).

Kasus AZI sebenarnya sudah lama, hampir dua tahunan. Ia dilaporkan komunitas pecinta satwa, dan pecinta kucing karena telah menganiaya jenis hewan piaraan tersebut dengan cara mencekoki mulut hewan mungil itu dengan minuman keras.

Ironisnya, tindakan sadis terhadap hewan penurut itu direkam video lalu diunggah ke media sosial sehingga memicu kegaduhan di kalangan jagat warganet setempat. Video tersebut beredar luas di masyarakat pada 18 Oktober 2019.

Baca Juga

Awalnya, pelaku alias pemilik akun Instagram @azzam_cancel mengaku bahwa cairan yang diberikan kepada kucing tersebut bukanlah ciu, melainkan air kelapa.

Pelaku berdalih, air kelapa diberikan untuk menyelamatkan kucing yang keracunan. "Untuk pasal yang kita sangkakan yang pertama pasal 14 ayat 1 UU nomor 1 tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana," jelas Agung, Jumat.

AZI pun kemudian diperiksa polisi dan dijerat dengan pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946. Sempat terkatung-katung lama, berkas acara pemeriksaan AZI kemudian dilanjutkan.

AZI yang berstatus tersangka dalam perkara itu kemudian ditahan setelah berkas acara penyelidikan dan penyidikan dianggap memenuhi syarat secara hukum pidana dan dilakukan penahanan, lantaran syarat obyektif dan subyektif sudah terpenuhi. "Kami juga takut tersangka melarikan diri dan mengulangi perbuatannya," ujarnya.

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Sholat Bersentuhan dengan Kucing, Najis dan Batalkan Sholat?

Cara Memandikan Anak Kucing atau Kucing Dewasa

Kejari Depok Bebaskan Dua Pencuri Kucing 

Pengadilan Turki Urus Hak Asuh Kucing

Belanjakan Uang untuk Pelihara Kucing, Amalan Sia-Sia?

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark