Kamis 30 Dec 2021 16:46 WIB

Solo Jadi Tuan Rumah Working Group Trade Investment and Industry G20

Pertemuan Working Group akan dihadiri 20 negara anggota G20 termasuk Indonesia.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Yusuf Assidiq
G20 Presidency of Indonesia
Foto: g20-indonesia.id
G20 Presidency of Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan pertama Working Group untuk Trade Investment and Industry pada Presidensi G20 Indonesia 2022 mendatang. Solo dianggap memiliki pengembangan dan potensi industri yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko Cahyanto menegaskan, pertemuan Working Group Trade Investment and Industry tersebut menjadi ranah Kementeriann Perindustrian (Kemenperin). Sebelum acara puncak G20 pada 2022 nanti, diselenggarakan banyak pertemuan di Working Group maupun Engagement Group.

Salah satu pertemuannya akan diselenggarakan di Solo.  "Nah pertemuan pertama Working Group ini akan diselenggarakan di Kota Solo pada 29-30 Maret 2022. Tadi sowan ke Pak Wali Kota untuk matur rencana penyelenggaraan dan meminta arahan terkait dengan apa yang akan ditampilkan di Solo," jelasnya seusai audiensi dengan Wali Kota Solo, di Balai Kota Solo, Rabu (29/12).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, penyelenggaraan G20 menjadi bagian pemulihan ekonomi. Sehingga, penyebaran dari penyelenggaraan pertemuan tersebut diharapkan juga bisa mendorong ekonomi di daerah-daerah ikut pulih dan tumbuh.

"Untuk itu, kami akan tampilkan yang dari Solo produk-produk UMKM, baik untuk suvenirnya maupun performance-nya. Termasuk, kami ingin agar delegasi dari 39 entity yakni 20 negara anggota G20 ditambah enam negara undangan dan 10 organisasi internasional itu bisa tahu betul seperti apa Solo dan apa yang bisa dilihat di Solo," terang Eko.

Ia menjelaskan, Kota Solo dipilih karena Solo secara khusus dan Solo Raya secara umum industrinya berkembang. Bahkan, Kemenperin sudah membangun Akademi Komunitas Tekstil di Solo Techno Park karena mengantisipasi pertumbuhan di Solo Raya. Pada agenda Presidensi G20, Kemenperin mengangkat isu industri yang berkaitan dengan akselerasi industri 4.0 dan sustainable industial development.

"Nah ini yang harus kita dorong agar industri di Indonesia ini bisa terus menyesuaikan diri dengan standar-standar berkelanjutan yang kualitasnya semakin tinggi. Colomadu di Karanganyar jadi contoh yang bagus ketika di G20 ini kita bicara transisi energi, transformasi digital, dan pemulihan ekonomi. Untuk itu, salah satu pilihan kenapa kami hadir ke Solo untuk itu," imbuhnya.

Menurutnya, beberapa industri di sekitar Solo sudah menyesuaikan diri dengan standar-standar keberlanjutan global. Beberapa waktu lalu, Kemenperin mengecek ada sejumlah perusahaan tekstil seperti Pan Brothers yang membuat apparel sudah mengadopsi standar keberlanjutan global.

Perusahaan tersebut punya green office dan sudah menggunakan solar panel sebagai sumber energi di atapnya. Hal itu akan terus didorong dan menjadi kesadaran secara global. 

"Dan mereka negara-negara G20 tahu bahwa Indonesia ini sudah bertransformasi, Indonesia sudah siap. Dan kita berharap kita tidak terus tertinggal dan menjadi bagian dari rencana global agar kita menuju karbon netral di 2060 untuk Indonesia," paparnya.

Nantinya, pertemuan Working Group tersebut akan dihadiri 20 negara anggota G20 termasuk Indonesia. Selain itu, ada negara yang diundang secara permanen dan tidak permanen, serta 10 organisasi internasional.

Kriteria yang diperlukan untuk penyelenggaraan Working Group juga sudah dipenuhi oleh Solo. Di antaranya, bandara internasional, jalan tol Trans Jawa yang melewati Solo, serta kriteria-kriteria lain yang disepakati.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, persiapan penyelenggaraan Working Group sudah siap semua. Termasuk hotel yang akan digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan. "Semua kota dapat, Yogya dapat, Jakarta dapat. Ini bagus sekali untuk pemulihan ekonomi Kota Solo," ungkap Gibran.

Menurutnya, Kemenperin juga telah memilih beberapa venue yang akan ditonjolkan. Pemkot juga akan melibatkan UMKM yang memproduksi suvenir maupun produk lokal lainnya yang sudah dikurasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement