Jumat 31 Dec 2021 13:49 WIB

Andika Tinjau Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di Bantul

Menurut Andika, TNI dan kepolisian membantu percepatan vaksin agar target tercapai.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Foto: Dok Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun yang diadakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Plebengan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Kita ingin memastikan vaksinasi berjalan lancar, semuanya sudah berusaha, tetapi yang penting kita lakukan, bahwa ada target tertentu, kita akan berusaha mengejarnya tanpa memaksakan," kata Andika di SDN Plebengan Bantul, Jumat.

Baca Juga

Menurut dia, antusiasme anak untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, sangat tinggi. Dari pantauan bersama jajaran ke wilayah Bambanglipuro, Bantul sudah hampir mencapai seribu orang. "Pagi ini saja yang tercatat 881 anak sudah divaksin dari 1.000 dosis vaksin yang disiapkan. Ini semua kerja bareng, baik dari tim bupati, dinas kesehatan maupun relawan," kata Andika.

Dia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi vaksinasi anak juga untuk mengajak semua pihak dan elemen masyarakat untuk bersama melakukan percepatan capaian vaksinasi, terutama vaksinasi anak usia sekolah dasar. Andika ingin agar pelaksanaan vaksinasi anak-anak bisa berjalan cepat.

"Intinya, kami bareng-bareng semua elemen, eksekutif, legislatif berusaha untuk memperbanyak capaian vaksinasi, dan kali ini anak-anak usia 6 sampai 11 tahun, karena kerawanan mereka terhadap varian baru Omicron memang lebih tinggi," kata mantan KSAD tersebut.

Andika mengatakan, yang utama dalam melakukan vaksinasi adalah pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan jajaran. Sementara unsur TNI dan kepolisian ikut membantu melakukan percepatan agar target tercapai dan herd immunity segera terbentuk.

"Vaksin ini kami hanya membantu, kami tidak di depan, pak bupati yang di depan, dinas kesehatan yang di depan, dan ini keroyokan. Yang penting kita lakukan saja, hasilnya bagaimana, itu tidak terlalu penting, karena ada yang belum sempat, belum mau, kita akan ikuti aja," kata Andika.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement