Mahasiswa UNY Ajak Warga Kledokan Olah Sampah Plastik

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Mahasiswa UNY Ajak Warga Kledokan Olah Sampah Plastik (ilustrasi).
Mahasiswa UNY Ajak Warga Kledokan Olah Sampah Plastik (ilustrasi). | Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Sampah masih merupakan salah satu masalah yang cukup krusial dewasa kini. Dalam kota-kota besar, bahkan metropolitan sekalipun, sampah masih jadi masalah utama yang sampai saat ini tampak masih sangat sulit diselesaikan.

Diperlukan teknologi yang dapat membantu masyarakat mengelola sampah, khususnya sampah plastik agar dapat menjadi barang layak guna dan memiliki daya jual. Hal ini yang mendorong UKMF Matriks Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Tim membuat program pembinaan dan pemberdayaan warga pemukiman sampah Padukuhan Kledokan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Terutama, mengolah sampah plastik sampai menjadi barang layak guna bernilai ekonomis.

Tim terdiri dari Hilal Fahrul Hamam, Muhammad Ikhsan Ardi H, Dira Tri Puspita, Andika Wicaksana, Jairus Asher Purdy, Hanif Nur Hidayat, Fitriana Kusumawardani, Panji Tri Asmoro, Muhammad Imam N H, Prayoga Farentya Zekha dan Dimas Kurniawan.

Baca Juga

Ada pula Sandra Austin, Dimas Ari Saputra, Nugroho Suryo Pambudi dan Hafidz Nur Ihsa A. Ketua tim, Hilal mengatakan, mereka memilih Kledokan karena mayoritas masyarakat menjadi seorang pemulung dan menjadikannya mata pencarian utama.

"Masalah yang dihadapi masyarakat Kledokan kurangnya kesadaran mengolah sampah plastik dengan baik dan benar menjadi produk dan jasa kreatif yang bernilai ekonomi yang lebih tinggi, sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat," kata Hilal, Jumat (2/1).

Selain itu, faktor pendidikan dan minim keahlian yang dikuasai mengakibatkan masyarakat tidak memiliki inisiatif untuk membuat inovasi baru dalam pengolahan sampah plastik. Sehingga, bisa lebih memberi keuntungan daripada sebelumnya.

Ikhsan menerangkan, Tim UKMF Matriks memberikan dua unit mesin kepada masyarakat Kledokan, yaitu mesin pencacah dan mesin extruder. Mesin extruder dipakai untuk melelehkan biji plastik, sehingga dapat dijadikan produk seperti gelas plastik.

"Sedangkan, mesin pencacah digunakan untuk membuat biji plastik dari botol plastik," ujar Ikhsan.

Dira menambahkan, mereka turut memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang hal-hal lain seperti perawatan dan pemeliharaan mesin. Melalui kegiatan ini, dibangun kemitraan menjadikan Kledokan Desa Binaan BEM Fakultas Teknik UNY.

"Pelatihan lain meliputi sosialisasi cara pengolahan sampah plastik dengan baik dan benar, serta pemasaran produk hasil pengolahan sampah plastik," kata Dira. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


Mahasiswa UNY Rancang Alat Social Distancing untuk Sekolah

Produk Baru Hasil Daur Ulang Limbah Plastik

Kemenko Marves: Kebocoran Sampah ke Laut Turun 15 Persen

Atasi Sampah Plastik, Daur Ulang Saja Dinilai tak Cukup

Pertamina Integrated Terminal Balongan Olah Sampah Organik

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark