Dinkes Kota Yogyakarta Belum Tambah Kiriman Sampel WGS

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

Covid 19 (ilustrasi)
Covid 19 (ilustrasi) | Foto: Max Pixel

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta belum menambah sampel untuk diperiksa dengan whole genome sequencing (WGS). Dinkes sendiri beberapa waktu lalu baru mengirim tujuh sampel WGS ke laboratorium UGM.

Pemeriksaan sampel WGS ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyebaran varian Omicron di Kota Yogyakarta. Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi terkait hasil dari sampel yang diperiksakan tersebut.

"Sampai hari ini belum ada berita, semoga saja memang bukan (Omicron). Biasanya kalau memang itu positif (dari varian Omicron) kita segera diberi tahu," kata Emma kepada Republika.co.id.

Emma menuturkan, sampel yang dikirim untuk WGS diharuskan dengan kriteria yang penularan Covid-19 terjadi sangat cepat. Namun, dari tujuh sampel tersebut penularannya hanya terjadi di dalam keluarga.

Pasalnya, di Kota Yogyakarta hingga saat ini penambahan kasus positif Covid-19 masih landai. Penambahannya rata-rata di bawah 10 kasus hingga di bawah lima kasus per hari, bahkan beberapa hari dilaporkan tidak ada penambahan kasus.

"Karena dari sampel yang kita kirim juga tidak terjadi penularan selanjutnya. Itu hanya satu kontak di satu rumah saja, bapaknya (yang merupakan kasus pertama) dan setelah kita tracing juga tidak ada penularan lagi," ujar Emma.

Selain itu, kata Emma, berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sampel yang dikirim juga kasus positif dengan CT value di bawah 30. Sampel yang dikirim ke laboratorium tersebut juga sampel dari kasus positif yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kemarin kita ambil sampelnya agak longgar, yang jelas itu kemarin hanya (memenuhi) satu atau dua indikator, terus kita kirim hanya untuk antisipasi dan kewaspadaan saja (jika memang Omicron)," jelasnya.

Emma menuturkan kemungkinan masih akan dikirim sampel lainnya ke laboratorium. Meskipun begitu, sampel-sampel yang dikirim tentunya harus sesuai kriteria yang sudah ditetapkan.

"Kalau memenuhi kriteria harus kita kirim, kan tidak harus tiap hari dikirim, itu selalu ada kriterianya. Mungkin di satu kelompok (masyarakat) ada penularan yang sangat cepat, CT di bawah 30 dan juga sudah divaksin," tambahnya.

Sementara itu, Dinkes DIY, Pembayun Setyaningastutie mengatakan sebelumnya, bahwa se-DIY sudah dikirimkan setidaknya 15 sampel WGS. Tidak hanya ke laboratorium UGM, namun beberapa sampel juga dikirimkan ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta dan pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan sampel tersebut.

 

"Kemarin yang masuk itu yang pasti lebih dulu delapan sampel yang Kulonprogo, Kota Yogyakarta tujuh," kata Pembayun belum lama ini.

Ia menuturkan, pemeriksaan sampel dengan WGS ini masih akan terus dilakukan. Hal ini mengingat jumlah sampel yang diperiksakan belum mencapai target yang ditetapkan dari pemerintah pusat.

"Target kita itu kalau tidak keliru minimal 70 (sampel) kita harus mengirimkan (ke laboratorium). Kemarin dari pusat mintanya minimal 70 sampel dalam tahap pertama ini, diminta pokoknya segera dikirimkan," ujar Pembayun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Terkait


DKI Jakarta Tetap PPKM Level 2, Meski Omicron Sedang Merajalela

Pemkab Cilacap Pastikan Warganya tidak Terinfeksi Omicron

Dinkes Sebut Lonjakan Covid-19 di Malang Akibat Klaster Sekolah dan Keluarga

Perayaan Cap Go Meh di Padang Dibatalkan, Antisipasi Omicron

Infeksi Varian Omicron Terus Meningkat, Ini 7 Rekomendasi PDPI

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark