Kasus di DIY Terus Meningkat Dimungkinkan karena Omicron

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Kasus di DIY Terus Meningkat Dimungkinkan karena Omicron (ilustrasi).
Kasus di DIY Terus Meningkat Dimungkinkan karena Omicron (ilustrasi). | Foto: www.freepik.com

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilaporkan per harinya di DIY terus meningkat secara signifikan dalam lebih dari sepekan terakhir. Kenaikan ini terjadi dimungkinkan karena sudah adanya penyebaran varian Omicron di DIY.

Hal ini disampaikan Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi. Mengingat, penyebaran Covid-19 di DIY saat ini terjadi dengan sangat cepat dengan kasus positif yang dilaporkan di atas 200 kasus per harinya.

Gunadi memang belum dapat mengatakan secara pasti bahwa varian Omicron sudah ada di DIY. Pasalnya, pemeriksaan untuk mendeteksi varian ini masih terus berjalan hingga saat ini.

"Belum bisa dikatakan (Omicron sudah) terdeteksi sampai sekarang di DIY. Tapi (kenaikan kasus saat ini) mungkin karena Omicron ya, karena kecepatannya penularan kan tinggi, lima kali lebih cepat dari varian Delta, bisa diprediksi (Omicron sudah ada)," kata Gunadi kepada Republika, Ahad (6/2).

Baca Juga

Meskipun belum dapat dikatakan secara pasti bahwa Omicron sudah ada di DIY, Gunadi tetap meminta masyarakat untuk tidak meremehkan varian ini. Terlebih, kasus positif yang ditemukan saat ini di DIY sebagian besarnya merupakan OTG dan kasus dengan gejala ringan hingga sedang.

Gunadi menegaskan, kasus dengan gejala ringan ataupun OTG bukan berarti tidak berbahaya. Justru, kasus tersebut dapat membawa dampak yang lebih besar terutama pada kelompok rentan.

"Kalau bicara gejala ringan iya, tapi kan kita harus berhati-hati kalau mengenai lingkungan kita, keluarga kita yang mungkin belum divaksin, terus memiliki komorbid, lansia, anak-anak yang mungkin usianya belum bisa divaksin, itu kan tentunya perlu diperhatikan," ujarnya.

Untuk itu, Gunadi meminta agar masyarakat tetap waspada dengan gejala yang dimiliki, termasuk orang-orang disekitarnya. Jika ada gejala meskipun ringan, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Itu harus diluruskan ke masyarakat bahwa bisa terdampak (lebih berat) itu kelompok rentan. Lebih baik di swab, sendiri atau ke puskesmas kan sudah ada fasilitas, puskesmas juga sudah ditanggung," jelas Gunadi.

Pihaknya juga tengah memeriksa sampel dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi varian Omicron di DIY. Ada 48 sampel yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan di laboratorium UGM.

"Insya Allah besok baru bisa keluar hasilnya, yang sekarang itu sampelnya yang (dilaporkan positif Covid-19 dari tanggal) belasan (Januari) sampai akhir Januari," tambah Gunadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 

Terkait


Yogyakarta Special Region Again Reports New Covid-19 Cases Above 200

Satgas Covid-19 DIY Kembali Laporkan Kasus Baru di Atas 200

WN Malaysia di Bartim Meninggal Diduga Akibat Covid-19

PTM 50 Persen akan Diterapkan di DKI Jakarta, Ini Imbauan FSGI

Kemenkes: Stok Obat dan Oksigen Aman Hadapi Lonjakan Covid-19

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark