Rabu 09 Mar 2022 17:24 WIB

UMM Kukuhkan Guru Besar Baru Bidang Komunikasi Media Tradisional 

Muslimin adalah guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Fernan Rahadi
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan guru besar baru bernama Profesor Muslimin Machmud. Muslimin merupakan guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia.
Foto: dok. Humas UMM
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan guru besar baru bernama Profesor Muslimin Machmud. Muslimin merupakan guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan guru besar baru bernama Profesor Muslimin Machmud. Muslimin merupakan guru besar pertama bidang komunikasi media tradisional di Indonesia.

Rektor UMM Fauzan mengatakan, pengukuhan guru besar ini merupakan pagelaran yang prestisius. Dia berharap pengukuhan guru besar baru di bidang komunikasi ini mampu menambah dan memperkuat energi UMM dalam meningkatkan daya saing internasional. 

"Bahkan terbaru, Kampus Putih juga berhasil menduduki ranking enam kampus swasta terbaik se-ASEAN," kata Fauzan di Malang, Rabu (9/3/2022).

Menurut Fauzan, Muslimin merupakan pribadi yang bersahaja, pekerja keras dan penuh dengan tanggung jawab serta seorang pemecah masalah ang andal. Adapun orasi ilmiah yang disampaikan Muslimin dirasa menarik. Menurut Fauzan, budaya komunikasi masyarakat di zaman sekarang memang cenderung langsung dan instan. Hanya segelintir yang menggunakan sindiran dan perlambangan seperti pantun maupun puisi.

"Puisi dan pantun sekarang hanya dipakai seni atau sastra belaka. Padahal dulu menjadi media untuk memberi nasehat ke sesama. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Profesor Muslimin. Semoga bisa menginspirasi dan menebar manfaat berbagi," ungkapnya dalam pesan resmi yang diterima Republika.

Pada kesempatan sama, Ketua Badan Pembina Harian UMM sekaligus Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Profesor Muhadjir Effendy juga mengucapkan selamat kepada Muslimin atas capaiannya meraih puncak jenjang tertinggi bidang akademik. 

Menurutnya, menjadi guru besar harus dijadikan sebagai impian bagi semua dosen. Hal ini sebagaimana seorang perwira yang bercita-cita ingin menjadi jenderal.

Muhadjir juga bangga karena di bawah kepemimpinan Rektor Fauzan, UMM mampu melahirkan profesor-profesor baru dengan begitu deras. Tidak hanya dari segi jumlah tapi juga bagus dari segi usia yang tergolong cukup muda.

Terkait hasil penelitian Muslimin, Muhadjir menilai, kajian tersebut unik karena tidak banyak yang memperhatikannya. Media warisan akan terus mengilhami ruh perkembangan media massa di masa kapanpun. Kajian itu juga dirasa akan lebih bagus jika dibarengi dengan kajian antropologi.

Sementara itu, dalam pidatonya, Muslimin Machmud menjelaskan mengenai pemberdayaan media warisan di tengah gempuran media modern. Selain manfaat dan kemudahan, media modern juga memunculkan akibat buruk bagi masyarakat. Sebab itu, peranan teknik komunikasi warisan masih diperlukan untuk menjaga keseimbangan sosial.

Menurut Muslimin, ada beberapa fungsi dari media warisan yang bisa diperoleh. Hal ini dimulai dari fungsi hiburan seperti materi lawakan dan gerak laku pemain, fungsi pendidikan dan dakwah, promosi serta penyebarluasan informasi. Begitupun dengan fungsinya dalam upaya sosialisasi dan propaganda politik, kontrol sosial hingga pelestarian nilai budaya. 

Berdasarkan kajian yang dia teliti, media warisan terfokus pada tiga hal utama yakni hubungan antara manusia dengan manusia. Kemudian hubungan manusia dengan alam serta hubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta. Ketiganya juga memiliki pola masing-masing yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Menurut Muslimin, media warisan merupakan produk budaya masyarakat yang perlu diberdayakan. Apalagi mengingat media tersebut telah menjadi bagian dari kearifan masyarakat sekaligus menjadi karya budaya dan aset suatu bangsa. Dengan demikian keberadaan media warisan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai salah satu sarana komunikasi yang efektif. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement